Tampilkan postingan dengan label New Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Life. Tampilkan semua postingan

Fanfiction : New Life Part 25



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini... hehehe"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Romance.

Maincast :

Leemi : You
Hyorin : Bora SISTAR
Hoya : Hoya Infinite
SungYeol : SungYeol Infinite
Joo Park/JP : Woohyun Infinite
Shin Eunji : Lim Soo Jung


***

Hoya masih menemani Sungyeol di kamar inapnya, sedangkan aku sedang berusaha mencari makanan untuk mereka berdua. Harusnya calon suamiku yang melakukan ini, tapi aku ingat kembali, aku masih berstatus sebagai pekerjanya, sekertaris pribadinya. Jadi aku tak bisa menolak apapun yang ia perintahkan, kecuali itu di luar batas kewajaran.

Sungyeol. Aku tak pernah menyangka orang setampan dia bisa mengalami hal yang tak menyenangkan seperti itu. Hyorin… dia berani-beraninya bilang kalau Sungyeol akan memperkosanya. Awas saja kau kalau bertemu denganku… Aku tak bisa sabar lagi menahan kemarahanku.

Jauh berjalan, akupun menemukan kantin rumah sakit yang ramai pelanggan. Aku mengambil tiga roti isi, tiga sosis bakar, dan tiga kimbab isi telur.

“Ahjumma… aku pesan tiga kopi dan ini semua” kataku pada pelayan kantin rumah sakit. Ia pun segera membuatkan kopi untukku. Menunggu Ahjumma melayani pesananku, aku membuka handphone dan melihat banyak sekali pesan dari Leemi.
Merasa tak enak hati karna lama membalas pesannya, akupun langsung menghubunginya.

“SUBOK!!!!!! WHERE ARE YOU!!!!!!??” Leemi berteriak begitu keras hingga panggilan yang tak ter loudspeaker masih bisa terdengar banyak orang.

“Ssssttt… Aku sekarang sedang di Rumah Sakit Eonnie… menemani Hoya menemui Sungyeol… Ah… Eonnie… bisakah kau pelan-pelan saja kalau bicara? Telingaku sakit sekali… hum…”

“Ye Ahjumma gomawo… ini uangnya” Setelah semua pesananku kubayar, aku melanjutkan obrolan melalui telephone dengan Leemi, ia mengatakan kalau sekarang di butiknya banyak wartawan yang menunggu Hoya kembali.

“ye ye ye…. Aku masih disini… wae Eonnie? Hmmm… Ommo!!! Kau akan ke rumah sakit? Ah….. yeye… baiklah… tempatnya di dekat Seoul Center. Hmm… okey… dangsin-eul gidaligo iss-eoyo……. Hum.. ye.. Annyeong…”

“Fuuuh…” gumamku, Leemi mengatakan kalau ia punya ide brilliant untuk mengatasi masalah ini semua. Baiklah… setidaknya ada yang membantu Hoya selain diriku.

***

“Mwoo!!!! Nuna akan kemari??” Hoya hampir saja melepas matanya karna melotot padaku.

“Ye…. Mianhae… aku tak mengatakannya sedari tadi…” Hoya bukan lagi berpura-pura melempar cangkir kosong padaku, tapi ia sudah melemparnya dan melukai kepalaku.

“Auw…!! Nappeun… Aku tadi kan sudah minta maaf eoh… apa kau tak dengar???” bentakku.

“Leemi!! Dia tak tahu apa-apa tentang Sungyeol dan masalahku!!. Bagaimana bisa ia ingin ikut campur… Haissss Subok!!! Kalau ada apa-apa langsung bicara padaku!!... kau tak tahu Leemi sering membuat ide-ide yang aneh… semua yang berantakan akan hancur kalau ia ikut campur… ah… jam berapa sekarang?? Aihsss… kapan ia datang… SUBOK!!! Kau harus tanggung jawab!!”

“Mwoooo” keluhku sambil memijat dahiku yang memerah, kulihat Sungyeol hanya tertawa melihat pertengkaran kami berdua.

“Hahahaha… kalian ini mau menikah… tapi tetap saja seperti anjing dan kucing… apa kalian tak lelah bertengkar seperti itu? aigoo…” ujar Sungyeol sambil memasukkan kimbab di mulutnya.

“Subok… ingat… kalau ada masalah… kau harus bertanggung jawab!!” bentak Hoya lagi.

“Ye… arraseoo arraseooo…” kataku, aku terpaksa memberikan senyuman pada Sungyeol, menandakan kalau apa yang dilakukan Hoya padaku bukan sebuah masalah. Aku masih bisa bertahan dengan pria dual life seperti Hoya.

BRAK!! Pintu kamar inap Sungyeol di banting Leemi, ia masuk dengan wajah yang sebelumnya tak pernah kubayangkan, matanya sama membelalaknya seperti adiknya. Leemi berbalik lalu bicara dengan orang-orang yang ada di depan.

“Manager Song.. suruh semua wartawan keluar dari sini. Aku akan bicara dengan mereka terlebih dulu. ARRA!!” Suara Leemi yang lantang mengingatkanku pada Hoya yang sekarang diam tak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Sungyeol masih bingung, sama sepertiku. Mencari tahu dan menebak apakah yang akan terjadi selanjutnya.

Leemi datang kembali, Ia menutup pintu dan mengkuncinya, juga
menutup semua korden.

“Owh…. Jadi kau pria bernama Sungyeol yang berhasil membuat adikku menderita HAH!!!” Leemi langsung menyambar krah baju Sungyeol, ia menghentak-hentakkan pria itu dengan begitu keras.

“KAU TAHU APA YANG KAU LAKUKAN PADA HOYA HAH!!!!!!! TEGA SEKALI KAU!!!”

“Nuna… kau salah paham…” Hoya mencoba melarang Leemi, tapi sepertinya ia kalah galak dengan kakaknya.

“DIAM KAU!! AKU SEDANG MEMBELAMU!! HAISS… SUNG…YEOL!!! Apa yang kau inginkan dari adikku HAH!! APA KAU INGIN TERKENAL HAH!!! Arraseo….. Arraseo…. Aku sudah mengundang banyak pers agar kau terkenal… Ayo… Ayooo… Kajjja……. Kau harus mengaku semua rekaman itu palsu dan kau tersangka utamanya…” Leemi menyeret Sungyeol hingga ia terjatuh dari tempat tidur.

“geuman … Nuna… kau salah sangka.. lepaskan dia… dia tak bersalah…” Hoya kembali melarang Leemi dengan menarik lengannya, tapi Leemi cukup emosional kali ini.

“HOYA!!! Apa kau tak mau menghargaiku?? Kapan lagi aku bisa menyelamatkanmu HAH??”

“HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKSSSSSS geuman hae! geuman hae! geuman hae! geuman hae! GEUMAN HAE!!!!!!!” Hoya berteriak hingga telingaku terasa sakit. Leemi pun melepaskan cengkramannya di krah baju Sungyeol.

“Ommo…?? Apakah aku salah?” Tanya Leemi sambil memandangiku, aku hanya bisa menganggukkan kepala, tak berani berkata apa-apa.

“Ah… Apakah aku salah Hoya?” Hoya hanya melotot pada kakaknya.

“YE!! dangsin-eun teullyeossdagoidaaaa!!” Keluh Hoya sambil mengembalikan Sungyeol yang masih lemas ke tempat semula.

“Ah… ah… Ah.. Mianhae… Sungyeol… Jeongmal Jeongmal Jeongmal mianhae….” Kata Leemi sambil menggenggam tangan Sungyeol yang gemetaran karna takut dengannya.

“Anni... amu munje eobs-eum… hehee…” kata Sungyeol mencoba melepas genggaman tangan Leemi.

“Eonnie… kau membawa pers ke sini?” tanyaku tiba-tiba, aku tak bisa membendung lagi, ad aide menarik yang bagus untuk di coba. Agar semua masalah selesai hari ini juga.

“ye… aku sudah membawa mereka kesini… tapi… bagaimana sekarang? Hehe… aku tak tahu lagi…” keluh Leemi langsung lemas duduk di sebelah Sungyeol yang kali ini tertarik untuk menatap Leemi begitu lekat.

“Eonnie… Yang melakukan ini semua bukan Sungyeol, dia juga korban. Kau bisa menebaknya kan… siapa yang melakukan ini semua”

“HYORIN!!??!” Leemi tiba-tiba lari ke arahku. Ia menyingkirkan semua makanan yang ada di meja, lalu ia pun duduk berhadapan denganku, aku agak ketakutan ketika ia memandangiku seperti itu.

“Apakah Hyorin yang melakukan ini semua? Katakan padaku subok…” Leemi memohon sambil mengguncang bahuku.

“Haisss… Dasar wanita…!!” Hoya membentak kami berdua dari belakang. “YA!! Hyorin lah yang melakukan ini semua… lalu apa yang akan kau lakukan sekarang dengan pers yang sudah kau persiapkan didepan HAH??? Aku tahu… semuanya akan jadi seperti ini…. Pulanglah ke Butik… buatlah baju yang bagus… itu saja yang bisa kau kerjakan.. jangan urusi urusan orang lain…”

“HOYA!!!!!” Aku dan Leemi bersamaan membentak Hoya, ketidak sengajaan yang membuat Hoya tak tertarik berdebat dengan kami berdua.

“Eonnie… Hyorin adalah ibu tiri Sungyeol, ia menikah dengan ayah Sungyeol dan ingin merebut hartanya saja. Sungyeol pernah mengatakan pada aku dan Hoya kalau ia memergoki Hyorin yang selalu mencampurkan racun ke minuman ayahnya. Dan berita tentang rekaman itu bukan apa-apa bagi kami. Sungyeol lebih menderita. Hyorin mengaku pada Ayahnya Sungyeol kalau anaknya akan memperkosanya, tepat ketika wanita itu di kamar Sungyeol dan ingin merebut rekaman Sungyeol. Ayahnya TAGG… Langsung meninggal di tempat karena serangan jantung… Eonnie… Sungyeol tak bersalah… ia korban… seperti Hoya” Mendengar penjelasanku, bisa kulihat di mata Leemi yang bulat, sebuah kilasan airmata.
Leemi langsung bangkit dan berlari ke arah Sungyeol. Tak pernah kuduga, ia pun memeluk Sungyeol hingga pria itu tersentak.

“Sungyeoooool….. Mianhae…….. Aku tak tahu kalau kau juga korban dari wanita brengsek itu… mianhae… uhm… uhmmm…. Huks huks huks… mianhae…” Hoya geli melihat kakaknya yang bersikap seperti itu, ia pun beranjak mendekati Leemi dan melepaskan pelukan Leemi.

“Haiss… kau membuatku malu saja…”

“Hoya… aku merasa sedih sekali…. Sungyeol… jangan bersedih umm… aku akan selalu ada untukmu…” gumam Leemi hampir saja membuatku tertawa.

“Mwoo??” Hoya mendudukkan Leemi di sampingku. “Sungyeol… lupakan apa yang dikatakan Nuna… hehehe”

“Nuna… gomawo… aku akan selalu bahagia… kalau banyak orang yang ingin membantuku” kata Sungyeol.

“Hoya… bagaimana dengan pers di depan? Oh Eonnie… apakah manager Hoya juga ada di depan? Bagaimana kalau kita membuat konfrensi pers dadakan saja? Sungyeol harus menceritakan semuanya pada pers… kurasa itu lebih baik daripada kita melapor ke kepolisan sekarang… issue akan muncul dan bukti saksi pun sudah ada… kita akan bisa menjerat Hyorin dengan mudah… euhmm? eotteohge ?”

“WOAAAAAAAAAAAAAAH!!!!!!” Hoya berteriak, membuat kita bertiga yang ada di dekatnya meloncat shock. “SUBOK!!! dangsin-eun cheonjae!! EOH!!! HAHAHAHHAHA!!!!! Ye… kita akan menggelar konsfrensi pers sekarang….!!!”

"Yeah... Subok... kau memang Genius hahaha" Sungyeol pun menyetujui kalau aku genius hahaha. Seumur hidupku baru kali ini dua pria mengatakan aku genius. Sedangkan Leemi hanya bisa memelukku sambil tersenyum melihatku.

"Subok... kau memang calon adik iparku yang hebat hihihi" gumam Leemi.

"Hyaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk!!!!!! DIAM KALIAN SEMUA!!!!! Hanya Aku yang boleh memanggilnya SUBOK!!!!!" Tiba-tiba Hoya berteriak, masih mempermasalahkan hal yang sama.

To be continue

Fanfiction : New Life Part 22



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini... hehehe"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Romance.

Maincast :

Hyorin : Bora SISTAR
Hoya : Hoya Infinite
SungYeol : SungYeol Infinite
Joo Park/JP : Woohyun Infinite
Shin Eunji : Lim Soo Jung


“Huaaaammm…” Kuretakkan otot-ototku yang kaku… aku sama sekali tak ingat dengan kejadian kemarin. Kugeser tubuhku ke kiri, dan memeluk bantal yang ada di sampingku. Tapi… bantalnya punya rambut?... dan kulihat Hoya sedang menatapku dengan matanya yang bulat.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHH!!!!!!!!!!” Kami sama-sama teriak, dan meloncat menjauh. Bagaimana bisa ia di kamarku?.

“MWOO!!! HOYA!! Keluar kau dari kamarku!! EOH!!! Apa yang kau lakukan padaku? Kau menodaiku???” aku panic memeriksa keadaan diriku, tapi tubuhku masih tetap sama, aku meloncat-loncat, tak ada yang terasa sakit. Kata Sonya seorang wanita yang di rampas mahkotanya, ia akan merasa sakit kalau melompat.

“HYAK!!! Kau yang keluar!!!... ini kamarku Babo SUBOK!!!!” teriak Hoya, aku selesai melompat karena tak ada yang sakit di tubuhku, dan kulihat Hoya melihat miliknya. “Oh?? Aku tak melakukan apapun denganmu… LIHATLAH!! Aku masih memakai dalaman yang rapat seperti ini!!!” kata Hoya sambil membuka celananya.

“AAAAAAAAAAAHHH!!!!!” aku langsung kabur keluar. Apa-apaan ini, dia memperlihatkan miliknya padaku?... walaupun masih tertutup kain, aku ahss…. Babo…

Di dapur aku menemukan roti dan selai nanas, juga susu yang hampir saja basi. Aku terpaksa menuangkannya di dua gelas kaca, dan menyiapkan roti bakar isi selai nanas untukku dan Hoya. Setidaknya ia sudah berbaik hati mau membawaku menginap di rumahnya yang super gadget ini.

Aku memikirkan lagi kata-kata Hoya… ia mengatakan sudah mulai mencintaiku? Ommo… bagaimana bisa?... orang segalak dia jatuh cinta padaku?. Lalu apa yang terjadi denganku semalam? Mengapa aku bisa tidur di tempatnya.

“Hoya~~~~!! Sarapanmu kuletakkan di meja kerja~!!” teriakku, aku kembali ke kamar yang di sediakan Hoya untukku. Tapi Hoya terlanjur melarangku, ia menahan tanganku, wajahnya berkonsentrasi melihat tabletnya.

“Subok… kita harus segera rekaman. Semua orang tahu kalau kau akan menikah denganku, ayo ikut denganku…” kata Hoya sambil menarikku.

“Hoya… aku mau makan… aku kelaparan….” Kataku sambil menaruh piring yang penuh dengan roti bakar di meja.

“nanti akan kubelikan subok dan pizza… kau ikut denganku dulu…” kata Hoya, ia segera memakai jaketnya dan memakaikanku jaket.

“Bawa ini… kita harus mengembalikannya dan menyewa yang baru…” kata Hoya, sambil mengunci pintu rumahnya.
Ia memberikan satu tas berisi baju yang kemarin kupakai untuk menghadiri pesta ibu Hoya.

“Hoya… apakah ini tak terlalu cepat? Dari mana mereka tahu kita akan menikah?” kataku agak khawatir menghadapi apa yang sekarang terjadi.

“Hmmm.. kau lupa siapa aku? Hyak?? Subok. Aku ini seorang artis. Aku tahu kalau kita melakukan rekaman ini.. aku bisa lebih terkenal hahahaha.. Jeppalli…. Masuk” kata Hoya sambil membuka kan pintu untukku. “Kau saja yang menyetir. Nanti dari butik, aku yang menyetir hahahaha” Hoya tertawa lagi.

“Haiss… ku kira… kau benar-benar mencintaiku.. ternyata kau hanya memanfaatkanku…” godaku sambil menyalakan mobil.

“Aku sudah membayarmu… tadi malam aku sudah transfer gaji mu 5jt won, ke rekeningmu… aku lebihkan sedikit untuk membayar supirku Subok hahahahaha….” Hoya memakai sabuk pengaman lalu membuka lagi tabletnya, sambil senyum-senyum sendiri.

“Kita akan kemana sekarang?” tanyaku sambil menyalakan gps.

“Ke Butik kakakku…” jawab Hoya, ia sama sekali tak melihatku.

“Subok.. subook… hahahaha… kau lihat ratingku di berita dan gossip minggu ini? Aku ada di peringkat pertama hahahahaha… akhirnya aku bisa kembali mendapatkan jadwal syuting. Tadi pagi managerku bilang kalau aku dapat beberapa film dan harus pergi ke Jepang untuk syuting hahahaha… berkat kau Subok… semuanya akan membaik, I love you” kata Hoya

“HYAKK!!! Jangan dorong porselingnya~!!!!” kataku sambil menyingkirkan tangannya yang mendorong tanganku dan porseling mobil. Haiss.. aku tau dia ingin menyentuh tanganku dengan lembut, tapi rupanya Hoya pria yang begitu kuat, hampir saja aku mengacaukan acara menyetir di pagi hari.

“Hehehee… mianhae… Eunji…”

“Mwoo??? Kau tak memanggilku Subok?”

“anni… hehehe… kita akan menikah… aku harus memanggilmu Eunji… hehehe” kata Hoya berpura-pura senyum padaku, tapi tunggu sebentar lagi, ia akan marah padaku. Aku sudah hafal bagaimana tingkahnya.

“Apakah kita benar akan menikah? Bukannya mantan istrimu ingin kembali padamu eoh? Apa kau tak mau dengannya? Dia lebih cantik dariku, eoh…? Apa kau tak berpikir lagi?” godaku, aku menyembunyikan senyumanku ketika melihat wajah Hoya kembali seperti monster. Ia melihatku seperti ingin meletupkan semua kemarahannya.

“HYAAAAAAK!!! SUBOK!!!” teriaknya.

“Nah… begitu… panggil aku Subok… hehehehe” kataku.

“beraninya kau mempermainkanku Hah?? Siapa bos di sini sekarang HAH??” dia masih saja marah denganku, tapi aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman.

“menurut buku yang pernah kubaca. Kalau suami dan istri itu posisinya berbeda. Istri sebagai bos dan suami sebagai pekerja.. hahaha… sekarang aku calon istrimu… jadi aku calon bosmu Hoya HAHAHAHAHAHAHHAA~~~~~~~!!” akhirnya aku bisa tertawa begitu keras membalasnya.

“HYAAAAAAAAAAKK SUBOK~~~~!!” Hoya berteriak tepat di telingaku, kuhentikan mobil Hoya di pinggir jalan.

“Hyak… Hoya…bisakah kau menjaga sikapmu? Kalau kau terus seperti ini. Wanita manapun tak akan betah tinggal dekat denganmu… okey… arra?” Hoya hanya menatapku. Kunyalakan mobilnya dan mulai melaju ke butik milik kakak Hoya.

***

Mobil Hoya sudah berhenti di depan butik kakaknya, ia membukakan pintu untukku, lalu menggenggam tanganku, mengajakku masuk ke dalam butik kakaknya yang serba pink.

Di dalam butik, ada pekerja butik yang kemarin menerima kemarahan dan teriakan Hoya dan satu wanita yang begitu cantik, ia memakai baju rajutan yang tebal berwarna maroon, sepatunya juga begitu tinggi, tak seperti yang kupakai. Ia tersenyum pada Hoya lalu padaku.
Kami mendatanginya, dan Hoya memeluk wanita itu dengan pelukan yang begitu hangat.

“Nuna… ini.. Subok.. calon istriku” kata Hoya. Ia lalu meninggalkanku sendirian berdiri menghadapi wanita super cantik yang pernah kutemui. Senyumannya masih tetap hangat.

“Subok? Hihihihi….benarkah itu namamu?” Tanya kakak Hoya sambil menutupi mulutnya yang sedang tertawa dengan tangannya, begitu anggun, jauh dari yang kubayangkan.

“Subok!!! Itu panggilan kesayanganku… dan panggilan kesukaannya… nama aslinya Eunji~!! Kak… aku pinjam baju ini ya!!” kata Hoya dari belakangku, aku berpaling melihatnya, ia sepertinya sedang tertarik memilih baju daripada mengenalkanku pada kakaknya dengan sopan.

“Eun… ji…? Itu nama yang bagus… mantan kekasihku punya selingkuhan yang bernama Eunji… dan dia cantik sepertimu hehehe… Aku… Leemi…” kata Kakak Hoya sambil mengulurkan tangannya padaku. Aku pun menyambutnya dengan senang hati.

“Senang berkenalan denganmu Eonnie… sekarang… kau panggil aku Subok saja… aku lebih menyukai subok daripada nama asliku” kataku sambil berjabat tangan dengannya.

“HAHAHAHAHAHAHA~~~~~!! Hoya!!! Dia lucu sekali Aigooo… oh… aigoo… masalah mantan pacar dan selingkuhan itu aku hanya menggodamu…kajja… ikut denganku..” Leemi menyeretku menuju ruangan yang ada di dalam butik. Aku tak percaya, ia punya style tertawa yang sama seperti adiknya.

“Hoya sudah bilang padaku… kalau kau dan dia akan menghadiri konfrensi pers…aku harus menyulapmu menjadi lebih cantik hehehehe… ayo duduklah subok…”

Leemi mulai merias wajahku, ia membubuhkan beberapa bedak di atas wajahku, rasanya sedikit gatal, tapi kalau untuk membantu Hoya dan menghargai usaha kakaknya, aku akan menahan rasa gatal ini.

“Humm… wajahmu begitu halus… aku suka itu… subok..!! apa kau pernah bertemu Hyorin? Apakah ia pernah melakukan yang tidak-tidak padamu? Memakimu?” Tanya Leemi dengan nada yang berapi-api.

“Humm… kemarin waktu acara ulangtahun Ibu.. aku bertemu dengan Hyorin.. tapi Hoya bisa mengalahkannya dengan berbagai cara hehehehe”

“haiss… dia memang wanita gila… kau tahu kabarnya? Tadi malam suaminya yang lebih tua itu masuk ke rumah sakit dan hampir meninggal, anak tirinya bilang, Hyorin telah meracuni ayahnya selama berbulan-bulan. Kemungkinan ia akan berurusan dengan hokum. HAiss.s.. aku sangat bersyukur kalau wanita seperti dia masuk dalam penjara… kau tahu!!! Dia secara tidak langsung membunuh kekasih sahabat adikku… kasihan… aku ingin sekali menggantikan kekasihnya yang meninggal, tapi ia terlalu menutup diri huuuff…”

“Joo Park?” tanyaku kelepasan. Leemi melotot padaku sambil membuka mulutnya.

“WOOOOAAAAAAAAH!!! Kau tahu Joo Park??” Leemi teriak tertahan.

“Iya… sebelumnya aku bekerja dengannya, selama aku bekerja dengannya, ia sama sekali tak membawa wanita dalam pekerjaannya… mungkin ada kesempatan buatmu Eonnie… masuk dalam kehidupannya”

“WOAAAAAAAAH!!!!!!! Benarkah!!!!! SUBOK!!!!!!!” Leemi hampir saja merusak riasannya sendiri yang ia berikan di wajahku, ia mencubit pipiku hingga memerah “SUBOOOOOk!!!! Kau memang calon adik ipar yang BAIK~~~!!!” melihat aku kesakitan, Leehi pun melepas tangannya.

“subok… bantu aku mendapatkan Joo Park… hum… jeball…. Bantu aku… hum?” Leemi berlutut di hadapanku yang sedang duduk di bangku rias.

“Eonnie…jangan seperti ini…. Aku akan membantumu….kajja… jangan seperti ini… aku merasa tak enak hati” kataku sambil mengangkat tubuhnya.

Leemi pun memelukku, ia mempererat pelukannya.

“Subok… Hoya memang benar… kau adalah kehidupan baru yang bisa membawa kebahagiaan bagi keluarga kami…. subook… hum…. Sarangheyo…. Kau tahu… aku begitu mencintai Joo Park… kumohon bantulah aku…” Leemi masih saja memohon padaku, dengan senyuman akupun mengangguk setuju. Ya aku akan menolongnya.

“HYAK!!!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN EOH!!! SUBOK!!! Kau memeluk Leemi… kapan kau memelukku??” Hoya mengulurkan kepalanya dan melihat kami di dalam ruangan VIP.

“HOYAAAAAAAAAAAAA~~~~!!!!! GET OUT~~~~~~!!” teriak kami berdua.

To be continue

Fanfiction : New Life Part 23



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini... hehehe"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Romance.

Maincast :

Leemi : You
Hyorin : Bora SISTAR
Hoya : Hoya Infinite
SungYeol : SungYeol Infinite
Joo Park/JP : Woohyun Infinite
Shin Eunji : Lim Soo Jung


***

“Finish… dengan gaun hitam.. kau akan tampak cantik, tidak mudah di sepelekan, dan tegas. Subok… ingat janjimu tadi ya? Hihihi” Leemi membenarkan letak rambutku, kulihat dari kaca rias, Hoya hanya melihat kakaknya dengan sinis.

“Lee… jangan panggil dia Subok..!! itu panggilan kesayanganku!!” bentak Hoya, huh, kesayangan kau bilang? Kapan kau melihatkan sayang padaku? Kalau tidak marah kau hanya bisa meludahi wajahku sambil merusak gendang telingaku dengan teriakanmu.

“Hoya… jangan bersikap seperti itu… kau kan sudah jadi bintang terkenal sekarang…” kata Leemi sambil menunjuk-nunjuk wajah Hoya dengan gunting rambut.

“benar kata Eonnie. Kau harus bisa menjaga ucapanmu… atau para haters akan lebih membencimu kalau tahu kau yang sebenarnya seperti ini” tambahku.

“Hahahahaha… benar-benar… kau memang pintar Subok” puji Lee padaku.

“hehe…” suara tawaku semakin bermakna ketika kulihat mulut Hoya yang sudah di beri lipbalm terlihat semakin menebal.

“ye…ye… arraseo… Palli.. kita harus berangkat sekarang!!” kata Hoya sambil menyeretku keluar dari ruang rias VIP milik Leemi.

“Semoga berhasil~~~~!! Subok!! Ingat janjimu ya~~~!!” Teriak Leemi dari tengah pintu butiknya. Ia melambaikan tangan seolah-olah itulah harapan besarnya padaku. Ahss… bagaimana caranya aku mendekatkan Joo Park dan Leemi? Sedangkan aku saja sudah tak dibolehkan untuk bekerja lagi dengannya.

Di mobil aku memeriksa tasku, selama tinggal di rumah Hoya aku tak pernah melihat handphoneku, ketika kulihat daftar panggilan masuk. Ternyata Joo Park menghubungiku sampai puluhan kali.

“Ommo… dia melakukannya berkali-kali” kataku sambil menghapus panggilan dari Joo Park.

“Wae? Wae?” Tanya Hoya sambil mencuri pandang ke Handphoneku.

“Aissh… perhatikan jalan saja” aku mengelak, dan menghindarkan handphoneku dari pandangannya. Kalau dia tahu, pasti marah dan make up yang sudah susah payah di buat Leemi akan rusak karena ludahnya.

“Ada apa? Apa yang berkali-kali?” Tanya Hoya lagi seakan-akan tahu apa yang kusembunyikan. Aku tak bisa berbohong dengannya, kalau ia tahu aku pernah membohonginya, urusannya akan lebih rumit dari sekarang.

“Anni… Joo Park menghubungiku berkali-kali… tapi aku tak mengangkatnya kemarin…”

“HAHAHAHAHAHAHA……….. Poor Joo Park…!!” Hoya berteriak lalu membanting setir, ia seakan bahagia diatas penderitaan temannya sendiri.

“Hyak!! Hoya…kau tahu?... kakakmu sudah lama menyukai Joo Park… bagaimana kalau kita jadi comblang mereka? Hum?” tanyaku sambil mengedipkan mata pada Hoya, Sonya pernah mengatakan kalau seorang gadis sudah mengedipkan matanya, pria akan kalah dan menyetujui apapun yang diinginkan sang gadis.

“Mwo? Apakah ada debu di matamu?” kata Hoya, tangannya menyentuh mataku, lalu membukanya dengan paksa.

“HYAKSS!! Aissh… apa kau tak tahu maksudku eoh?” kataku sambil menempelkan lagi bulu mataku yang hampir lepas karena ulah Hoya.

“Oh….. kau sedang merayuku? Hahahaha ku kira mataku kemasukan debu.. aih.. mianhae… HAHAHAHAHA…”

“Haiss… Hoya… bagaimana dengan kakakmu? Dia sepertinya begitu mencintai Joo Park… apa kau tak mau membantunya?”

“ANDWAE!!!” kata Hoya sambil membelok ke kiri dengan begitu keras, hingga aku terbentur kaca jendela.

“MWOO!!! Okey!!! Aku juga tak mau membantumu. Turunkan aku disini!!! JEPPALLI!!!!!!!!!!! Aku tak mau membantu pria yang tak mau membantu kakaknya sendiri… pria seperti apa kau? STOP!! Turunkan aku disini!!” Hoya melihatku dengan tatapan sengitnya. Ia menghentikan mobilnya, tapi mengunci pintunya secara permanen.

“Subok… “ aku sangat terkejut ketika Hoya bukannya memarahiku, tapi ia hanya memanggilku dengan suaranya yang begitu berat. “Kau tahu… kakakku.. adalah wanita yang suka plinplan… saat ini ia suka dengan Joo Park. Besok ia suka dengan Sung Jae Jung. Besok lusa ia suka dengan Tae Bo. Kau tahu…? Aku rasa kau tidak tahu karena kalian hanya satu kali saja bertemu. Sedangkan Joo Park… ia akan setia dengan wanita yang ia cintai.. Leemi… tak akan bisa bersama Joo Park… kalau mereka bersama… akan ada salah satu yang merasa tersakiti… karena kakakku bukan orang yang setia seperti Joo Park. Dan usia mereka terpaut begitu jauh…dangsin algo su issseubnikka?” Aku hanya memandangi raut wajah Hoya yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya, ia sepertinya sedang menahan emosinya.

“Tapi… kalau mereka kita pertemukan… pasti ada sesuatu hal yang bisa membuat mereka saling mengerti, saling memahami, bahkan Leemi bisa belajar bagaimana kesetiaan, eoh.. dan Leemi bisa mengajari Joo Park bagaimana menjadi pria yang menyenangkan… dan bisa melupakan kekasihnya yang dulu… aigoo… aku lupa namanya…”

“Subok…kau tak tahu masalah cinta yang seperti ini… akan sulit bagi Joo Park untuk memulai sesuatu…”

“Hoya… kau lihat berapa kali dia mencoba menelponku? Hampir 40 kali… ia pasti mengharapkanku.. ia pasti kesepian saat ini… hmmm… kumohon… bantulah mereka berdua untuk bertemu… ancamanku tadi masih berlaku… kalau kau tak mau membantu Leemi, aku akan akhiri semua ini. Aku tak mau lagi mengenalmu, dan kita akhiri saja semua sandiwara yang kau buat” kataku. Kulihat di sorot mata Hoya ada binar-binar yang tak pernah kulihat sebelumnya.

“Subok… apakah kau menganggap ini hanya sandiwara?... aihss… kajja… aku akan membantu Leemi… padahal aku berharap ini bukan hanya sandiwara… haiss… forget my word” Hoya kembali menyetir, lalu melirik padaku.

Aku terpanah, oleh perubahan kepribadiannya, cepat sekali ia berubah, tadi marah padaku sekarang ia baik padaku. Aku tentu saja sudah bersiap-siap menerima marahnya.

***

Hoya menghentikan mobil di depan angel café, dimana semua pasangan kekasih pasti datang kesana untuk mengungkapkan rasa cintanya. Di dalam café aku bisa melihat banyak sekali orang dari berbagai perusahaan pers dan paparazzi juga sesaeng yang menunggu kami, mereka duduk dengan rapi, menunggu kami berdua.

Ketika aku masuk bersama Hoya, semuanya tersenyum menyapaku, kecuali sesaeng, sumpah demi apapun, aku sedikit takut pada mereka. Ada satu orang yang menunjukkan pisau tajam ke arahku, beberapa security langsung mengamankan wanita itu.

Hoya hanya menggenggam pundakku, dan sesekali menghalangi mataku agar tak melihat sesaeng.

“Silahkan duduk disini… terima kasih kalian berdua sudah datang ke acara yang kami selenggarakan… bisa kita mulai sekarang” kata salah seorang pria yang memakai rompi bertuliskan PD.

Silau blitz kamera membuat mataku sedikit sakit, dan kepalaku langsung pening, tapi ketika kulihat Hoya, matanya begitu bulat, seakan-akan ia siap menerima blitz yang begitu menyakitkan mata. Tak kusangka pria yang sekarang bersamaku begitu cinta dengan pekerjaannya. Ia tersenyum pada semua orang yang belum tentu menyukainya.

“Hoya… apakah kalian berdua bertemu di halte bis? Bisakah kau jelaskan pada kami semua hehehe?” Tanya seorang pria yang duduk persis di depanku, melihatnya tertawa ingin sekali aku memasukkan highheelsku ke mulutnya.

“Benar… kami bertemu pertama kali di halte… sekarang halte itu seperti halte cinta buat kami..” itulah jawaban Hoya. Huh… kalau ingat bagaimana pertama kali bertemu dengannya, ingin sekali aku memukulnya saat ini, aku masih ingat bagaimana sombongnya dia menandatangani blazer yang bukan milikku. Lalu membayarku seperti membayar seorang pengemis.

“Apakah kejadian itu saat anda masih menikah dengan Hyorin?” Tanya Seorang wanita yang sedari tadi menatapku dengan sinis.
“Apakah karena dia anda bercerai dengan istri anda?”

“Anni… aku bertemu dengannya… baru beberapa bulan ini… ia bekerja denganku.. sebagai sekertaris pribadiku… perilakunya membuatku jatuh cinta… benarkan ss.. Eunji..” Hoya mencium tanganku, membuat semua orang melupakan kesalahannya menyebut namaku.

“Hmmm… kapan kalian akan menikah? Ingin bulan madu kemana? Apakah Eunji memiliki silsilah keluarga yang penting di Korea?” mendengar pertanyaan itu aku tahu Hoya sudah mulai emosi, kerutan di wajahnya muncul sedikit.

“Hyak… apa kau eommaku? Hahahaha”

“HAHAHAHAHAHA……” semua orang pun ikut tertawa.

“Aku akan menikah dengannya seminggu lagi” aku langsung mencubit Hoya dengan cubitan yang super sakit, tapi ia bisa menahannya, seminggu lagi? Dia bilang 1 bulan lagi.

“Kami.. hehehe… kami akan berbulan madu ke Bali…” kata Hoya, ku kira ia tak membalasku, tapi pinggangku panas karena cubitan balasannya.

“Hmm okey… Eunji.. apakah kau bisa menjelaskan sosok Hoya pada kami?”

“wae?” gumamku, Hoya melihatku, ia berpura-pura membenarkan letak rambutku. “Ah… Hoya.. dia pria yang baik… setiap hari selalu saja ada kejutan darinya” benar kejutan berupa teriakan, lemparan ludah, bahkan aksi di luar kewajaran.

“Lalu…” wartawan itu masih saja memintaku untuk melanjutkan.

“Hoya… pria yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, walaupun terkadang ia tertawa… tapi aku tahu.. bagaimana perasaannya… Hoya adalah anak yang begitu sayang dengan kakak juga ibunya… itu yang membuatku jatuh cinta dengannya…” mendengar penjelasanku, Hoya berpaling lalu memberikan senyum padaku, itu berarti rangkaian kata-kataku sudah benar.

“Eunji… apakah anda tertarik dengan harta milik Hoya? Ia adalah anak dari seorang pengusaha. Dan penghasilannya sebagai artis tentunya banyak sekali… apakah kau tertarik dengan itu?”

“Mwo…. Apakah kalau kau menikah dengan seseorang kau tertarik dengan hartanya?” Hoya membalikkan pertanyaan pada wanita yang berprofesi sebagai wartawan salah satu televise paling terkenal di Korea.

“Anni…” wanita itu menjawab dengan suara tertahan.

“Ya….. tentu saja… Eunji… juga begitu… ia mau menikah denganku… karena kami saling mencintai..” lanjut Hoya. Hampir saja aku mati ketakutan, bagaimana kalau Hoya mengungkapkan semuanya tanpa control.

Akhirnya semua puas, dan sesaeng pun puas, mereka tahu inilah yang terbaik untuk idolanya. Aku sempat beberapa kali berkenalan dengan mereka. Tapi Hoya memberikanku jaket, lalu menyeretku keluar.

Ia memasukkanku ke mobil. Dan menyuruhku melambaikan tangan pada semua sesaeng yang menghimpit mobil Hoya. Aku bahagia, akhirnya bisa membantu Hoya kembali mendapatkan popularitasnya.

“YEAAAAAAAAAAAAAAH!!!!!!!!! HAHAHAHAHA~~~~~!!” Hoya berteriak di dalam mobil, ia seakan-akan bahagia dengan konfrensi pers tadi. Dengan cepat ia sudah mengacak rambutku, lalu membelokkan mobilnya menuju suatu tempat.

“Kau mau pizza? Subok?”

“MAU~~~~~~!!!” jawabku.

“Okey…. Aku akan membelikanmu PIZZA!! Dan kita makan bersama di rumah!!”

“YAY!!!!!!” aku tak tahu mengapa aku juga ikut bahagia, bukan karena sebuah pizza, tapi karena senyuman Hoya, membuatku ingin tersenyum dan merasakan kebahagiaannya.

Drrrrrrtt… Ring ring….. Drrrrrtt… Ring ring…..

Suara telp di mobil Hoya. Aku melihat ternyata Leemi yang menelpon. Hoya mengklik tombol loudspeak.

“Yoboseyo!! Hoya!!?? Kau sudah lihat di beberapa web? Hyorin menyebarkan rekaman pembicaraanmu dengan Subok. Kau pernah mengajaknya satu mobil dengan kalian?? Eoh???”

“Mwoo???”

“Coba dengarkan ini!!” Leemi memutarkan sebuah rekaman di web, aku bisa ingat, ternyata rekaman itu…

“SUNGYEOL!!!!!!!” kami berdua entah mengapa berteriak pada waktu yang sama. “Tapi aku sudah menghapusnya iya kan Subok??” Hoya menghentikan mobilnya, lalu fokus dengan rekaman itu.

“HYAK!!! Bagaimana?? Apa kalian tahu siapa yang membuat ini semua??” Tanya Leemi terdengar begitu khawatir.

“Humm… Eonnie. Anak tiri Hyorin yang melakukannya…” kataku.

“Okey…konfrensi pers kalian tadi, sama sekali tak ada artinya, sekarang semua orang fokus kepada kejelekan kalian, yang merencanakan semua ini… aku tahu Hyorin dibalik semua ini… Subok.. Hoya.. jadi… sekarang terserah kalian… kalau ada yang perlu kubantu… bilang saja. Aku akan membantu kalian” Hoya mematikan telponnya tanpa aba-aba.

“Kau masih menyimpan alamat Sungyeol??” Tanya Hoya padaku, wajahnya terlihat menakutkan.

“Yyye…” jawabku.

“Kita kesana sekarang… aku akan memberikan pelajaran padanya… awas kau SUNGYEOL!!!!!! HYAAAAAAAAK!!!! SEKKKIYAAAAAAAA!!!!!!!!”

To be continue
 
Layanan untuk Anda: x Cerita dari Kusuma | - | dari - | Lihat dalam Versi Seluler