Tampilkan postingan dengan label Jo Twins. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jo Twins. Tampilkan semua postingan

Fanfiction - Jeo-Ju - Part 3 - Series



Author : Ayuna Kusuma

Genre : Mystery, Romance, Action

Maincast :

Hyun Bin : Hyun
Taeyeon SNSD : Taeyeon
Jo Youngmin : Jo Youngmin
Jo Kwangmin : Jo Kwangmin
Ilhoon BTOB : Ilhoon

Location : Seoul, Korea


29 April 2013 07:24 Near Daedong Highschool 35 Gye-dong, Jongno-gu, Seoul

Banyak murid yang berjalan berkelompok menuju sekolah, ada yang berlari, ada yang memakai mobil, sepeda, bahkan skateboard, anak-anak perempuan sedang asyik berkumpul di lapangan upacara, mereka membuka majalah-majalah CECI yang terbaru, membicarakan tentang gossip yang sedang in saat ini.
Kehidupan sekolah di pagi hari yang lumrah terlihat di sekeliling
Daedong Highschool. Di gerbang sekolah yang belum tertutup, ada dua anak laki-laki yang memiliki wajah yang sama, rambut yang hampir sama, dan mereka hanya berdiri di depan gerbang.

“Hyung… bagaimana? Apakah kita hadapi saja?” Tanya siswa kembar yang berambut pirang.

“Fiuuhh… aku merasakan kita sedang di awasi… Ayo… kita akan ke tempat lain saja….Terlalu bahaya bagi kita untuk masuk ke sekolah saat ini” kata siswa kembar yang berambut hitam kelam. Ia menyeret adiknya berjalan menjauh dari sekolah.

“Hyung… kalau kita sengaja menjauh… mereka malah semakin yakin dengan tuduhan mereka… Ayolah Hyung…” anak laki-laki yang berambut pirang itu mencoba menahan agar kakaknya tak membawanya semakin jauh. “Hyung… kita bersikap biasa saja… hmmm… aku yakin… kita akan bisa menyingkirkan orang itu dengan mudah”

“Kwangmin…..” kata anak laki-laki berambut hitam kelam itu sambil terus menyeret adiknya.

“Youngmin… percayalah padaku” mata kedua anak kembar itu saling menatap, mereka terdiam sebentar seperti patung “Youngmin… aku tahu hari minggu kemarin Ilhoon telah mencurangimu… ayahnya sudah membayar wasit agar membuatmu di keluarkan… aku akan membunuhnya untukmu… eoh… tapi kau harus ikut denganku… Hyung… kita bersikap seperti orang biasa saja… kajja” Kwangmin menarik tangan Youngmin, kali ini kakaknya tak mengajaknya berdebat, ia menuruti semua kata-kata Kwangmin.

“Kwangmin ~!!! Annyeonghaseyoo… ah… Youngmin… Annyeonghaseyoo… Kwang.. kau sudah menyelesaikan homework bahasa inggris?” Tanya seorang gadis, ia memakai seragam yang sama seperti yang dipakai si kembar.

“Nari… Annyeonghaseyoo” Kwangmin menunduk dan Youngmin pun ikut menunduk.

“Aisss.. tak perlu menunduk seperti itu hehehe” kata gadis yang dipanggil Nari oleh Kwangmin

“Aku sudah menyelesaikannya tadi malam” kata Kwangmin sambil meneruskan berjalan ke ruangan kelasnya.

“Kwang… ada apa dengan Youngmin? Apakah dia sakit?” Tanya Nari sambil menunjuk Youngmin yang hanya terdiam mengikuti adiknya.

“oh.. dia hanya sedang memikirkan pertandingannya sore ini. Nari… bagaimana kabar Ayahmu?” Tanya Kwangmin sambil membuka lokernya.

“Oh… ayahku?? Hehhe… dia baik-baik saja… sekarang dia sedang banyak pekerjaan yang menyita waktunya.. kemarin kami mendaki gunung bersama… ada apa kau menanyakan tentang ayahku Kwang?” Tanya Nari sedikit penasaran.

“Oh.. tidak… sebenarnya aku ingin mengikuti acara pelatihan kepolisian minggu depan yang diselenggarakan kepolisian Seoul. Tapi… sepertinya aku harus mempersiapkan lukisanku dulu… hehe” Kwangmin mengelak dengan cerdas.

“oh… begitu… Kwangmin … aku suka lukisanmu… semua lukisanmu menarik hehehe.. kalau kau ingin mengikuti acara pelatihan kepolisian… ikut saja denganku di pertengahan bulan Mei, aku juga akan mengikutinya… kita akan belajar menembak bersama” kata Nari,

“Kwangmin … annyeong… sampai Jumpa lain waktu” Nari pun meninggalkan si kembar di lorong loker.

Dengan hati-hati Kwangmin mengusap wajah kakaknya, Youngmin yang tersadar langsung menghantam adiknya ke pintu loker “Kau… apakah kau berpikir kita akan lolos dari wanita itu?? kau tahu sejarah keluarga kita? Ayah kita dibunuh oleh ayahnya… sekarang kau meremehkannya? Bagaimana kalau dia membunuh kita hah??” bisik Youngmin, matanya membelalak terlihat amarahnya.

“Hyung… bertahanlah… aku yakin kita tak akan mendapat masalah” kata Kwangmin menenangkan kakaknya.

“Haisss… kau semakin menyulitkan saja…” Youngmin berbalik dan berlari keluar gedung sekolah, ia berlari secepat mungkin.

“Hyung~~~~!! Haisss baboya… HYUNg~~~~!!” Kwangmin pun mengejar kakaknya, berlari menuju luar sekolah.

Hyun yang berada di lapangan melihat kedua anak kembar itu berlari semakin menjauh dari sekolah, sebenarnya ingin sekali ia mengejarnya, setidaknya ia sudah menjadi guru olah raga dan punya alasan untuk menahan kedua anak itu. tapi Taeyeon meneriakinya agar mengurungkan niatnya.

“HYUN~!! Jangan~!!” teriak Taeyeon dari jendela kelas lantai dua. Hyun melanjutkan pekerjaannya, menghukum anak yang tak membawa dasi dan pelanggaran sekolah lain sebagainya.

“Humm… cara kalian lari dariku… membuat kalian semakin mencurigakan… dasar babo…” kata Taeyeon sambil kembali duduk ke kursi khusus guru yang terletak di samping kiri depan kelas.

“mwo??? Siapa kau??” Tanya seorang murid yang masuk ke dalam kelas.

Taeyeon langsung berdiri dan menyapa murid-murid yang mulai memenuhi kelas.

“Annyeonghaseyoo… aku adalah Mrs Taeyeon… guru bahasa inggris kalian yang baru…” sapa Taeyeon

“Wooah… lebih cantik dari Mrs Jung hahaha” kata seorang murid laki-laki sambil menyeka bibirnya.

“HAHAHAHAHAHAHA~~~~~~~~!!” semua muridpun tertawa didepan Taeyeon.

“SSSSTTT SHUT UP~!!” bentak Taeyeon sambil menempelkan penggaris di bibirnya. “Ayo kita mulai saja belajarnya…”

“seonsaengnim… kau tak mengenalkan siapa nama lengkapmu? Dimana rumahmu? Dan apakah kau sudah punya kekasih? Hahahaha” murid yang berada di belakang mulai mengolok Taeyeon. Kembali. Semua murid menyambut olok-olokan murid laki-laki itu dengan tawa yang menggema.

Kesal dengan komentar muridnya. Taeyeon melempar penghapus, penghapus itu melayang mengenai wajah murid yang mengoloknya.

“HYAAKK meongcheong!!! Sekali lagi kau berkata yang tidak penting, sepatuku akan melayang merusak wajahmu ARRA!!” mendengar Taeyeon marah, semua murid pun terdiam, dan mulai membuka buku mereka masing-masing sambil menundukkan wajah mereka.

29 April 2013 08:08 36 Gye-dong, Jongno-gu, Seoul

“Hyak~~~~!! Hyung~~~~!! Stopp~~!!” Kwangmin mengejar kakaknya yang terus berlari. Youngmin memasuki sebuah bar yang berada di gang sempit tak jauh dari sekolahnya. Ia membuka jasnya dan duduk di bar.

“Hyung…. Ahh… ah…. Larimu cepat sekali…” kata Kwangmin membuka jas sekolahnya dan duduk disamping kakaknya “ahjussi.. 2 vodca untukku” kata Kwangmin pada pelayan bar
“Hyak~! Kalian tidak masuk ke sekolah tap…” Kwangmin menjulurkan badannya ke depan dan dilihatnya mata ahjussi pelayan bar.

“Ahjussi… aku ingin dua vodka… Jeppalli” ulang Kwangmin, dengan patuh ahjussi pelayan bar itu menyiapkan pesanan Kwangmin.

“Hyung… apa yang kau takutkan hah?” kata Kwangmin pada kakaknya yang duduk terdiam di sampingnya, “kau punya kekuatan membunuh, dan aku punya kekuatan menghipnotis… kita punya kekuatan Hyung… dan dia… wanita fortuneteller itu… apa yang ia miliki? Eoh?... dia hanya polisi bodoh yang mencoba menangkap kita… kau juga sedikit memiliki kemampuan fortuner… Hyung… jadi apa yang kita takutkan eoh?? Tak ada sama sekali…benar kan?” kata Kwangmin panjang lebar.

Youngmin menatap mata adiknya, lalu ia tersenyum. “Aku lari dari sana hanya ingin membuat wanita itu semakin senang, ia akan mengira kitalah pembunuh sebenarnya hahahaha”

“Hahahahaha” Kwangmin menambah tawa kakaknya, ia memberi secangkir vodka untuk Youngmin “Baiklah hyung… kita buat dia bersenang-senang dulu… hahahaha… ah Hyung… bagaimana dengan Ilhoon? Apakah kita akan membunuhnya sore ini?... aku sangat muak dengannya juga ayahnya yang sok mendapatkan segalanya”

“Hum… boleh saja… catmu sudah habis?” Tanya Youngmin pada adiknya.

“Mm…ahh… masih ada.. tapi kemungkinan darah Ilhoon lebih hitam hahaha… dia penuh kecurangan, mungkin… aku perlu warna yang seperti itu untuk lukisanku yang baru” kata Kwangmin sambil menyelesaikan tegukan terakhir.

Tiba-tiba pintu bar terbuka, beberapa murid dari highschool yang lain masuk memenuhi bar, dan betapa beruntungnya Jo bersaudara, target mereka malah mendatangi mereka.

“Oh…?? Lihat siapa ini? Youngmin~!! Pengecut dari Daedong?? Hahahaha~!! Lihatlah… semuanya~~!! Jo Youngmin… oh hohohoho… dia… si pengecut miskin ini… berhasil kita kalahkan kemarin” Ilhoon memulai pertengkaran dengan sikapnya yang menyebalkan.

“Hahahahaha… kau memang hebat Ilhoon…” semua teman pria itu pun tertawa keras menikmati kekalahan Youngmin yang duduk didepan mereka.

Kwangmin berpaling dan melihat semua orang yang ada dibelakangnya. Matanya berubah menjadi hitam kelam, Semua orang yang ada di bar mendadak diam seperti patung, tak ada yang bergerak sedikitpun, bahkan nafas tak terdengar diantara mereka.
Sedangkan Youngmin tetap di tempat semula sambil menambahkan cangkirnya dengan tuangan vodka.

“Youngmin… akan kita apakan mereka semua hah? Hahahaha… moron… beraninya kau mengatakan kakakku pengecut hah!!!” Kwangmin mencekik leher Ilhoon, tapi tak ada reaksi.

“Heh…. Biar aku saja” kata Youngmin, ia menyingkirkan tangan adiknya dari leher Ilhoon. Youngmin mencekik leher Ilhoon dengan kekuatan terpendamnya, hingga dari semua lapisan kulit Ilhoon mengeluarkan darah, Kwangmin melihat darah itu, kepalanya berputar kekiri dan kekanan mengatur arah darah itu menetes, akhirnya dengan kecepatan tinggi darah itu sudah menetes bersama di satu sudut tangan Ilhoon.

Kwangmin hanya tertawa sembari mengambil darah Ilhoon yang menetes. “Hahahaha… apa kataku… darahnya begitu kental dan hitam… lukisanku akan sempurna dengan ini semua hahahahaha…”

“Sudah… sekarang buat ia terjun dari lantai atas” kata Youngmin menyuruh adiknya melakukan tugas terakhir, ia melepaskan cekikan di leher Ilhoon.

“Ilhoon… pergilah kelantai atas… dan terjunlah… sesukamu… hummm CEPAT~!!!” kata Kwangmin sambil menatap mata Ilhoon yang hampa, pria itu menuruti semua kata-kata Kwangmin. Ia melangkah dengan lunglai menuju lantai atas.

“kalian semua… hapus semua memori tentang kami berdua…” Kwangmin menoleh ke arah ahjussi pelayan bar. “Ahjussi… kau juga harus menghapus memorimu tentang kami berdua.. mulai satu… dua…” Kwangmin dan Youngmin memakai jas mereka, memasukkan semua yang bisa dijadikan barang bukti ke dalam tas. Baik botol vodka, cangkir, hingga darah Ilhoon.

“Tiga… Empat… lupakan semuanya…. Lima… Enam…” Kwangmin bersiap-siap melangkah keluar bar bersama kakaknya. “Tujuh…. Delapan…. Dan kalian harus mengatakan kepada semua orang… kalau Ilhoon memang ingin bunuh diri… bukan kami yang membunuhnya…. Sembilan…. Sepuluh… baaammmagma Jeoooju!!” bentak Kwangmin, kakak beradik Jo pun lari secepat mungkin menjauh dari tempat dimana mereka membunuh korban ke 21.
Setelah Kwangmin mengucapkan mantranya, semua orang Nampak normal seperti biasanya, dan Ilhoon yang terkena hipnotis, dalam hitungan ke sepuluh terjun dari lantai 5, mengejutkan semua orang yang ada di bar. Mayatnya tergeletak di jalanan, tanpa ada bercak darah.

“Hahahahahahaha……….!!! Hyakk Youngmin~~~~!! Jangan tinggalkan aku~~~~!!” kata Kwangmin yang masih terus berlari menjauh dari tempat pembunuhan. Youngmin berhenti sebentar lalu ia genggam tangan adiknya. Mereka berlari bersama, sambil tertawa lepas.

“Hahahahahahaha…. Kwangmin… kau memang adikku yang hebat…!!!” Youngmin berteriak meluapkan kebahagiaannya

“Hyaaaaaaak Hyung!!! Kaulah yang hebat hahahahaha…. Kita akan melakukan dengan cara tadi… arra!!! Akhirnya aku bisa menghipnotis darahnya untuk keluar di satu sisi hahahahahaha”

To be continue

Fanfiction - Jeo-Ju - Part 2 - Series



Author : Ayuna Kusuma

Genre : Mystery, Romance, Action

Maincast :

Hyun Bin : Hyun
Taeyeon SNSD : Taeyeon
Jo Youngmin : Jo Youngmin
Jo Kwangmin : Jo Kwangmin

Location : Seoul, Korea


28 April 2013 12:38 Daedong Highschool 35 Gye-dong, Jongno-gu, Seoul

Di ruangan seni yang begitu luas, ada seorang murid yang sedang sibuk-sibuknya menggoreskan kuas dengan tinta merah di kain kanvas. Ia tak mempedulikan kesendiriannya di ruangan yang begitu luas dan sedikit mengerikan, karena hanya ada satu penerangan saja di dinding samping kirinya.

Drrrt… Drrrt… ada sesuatu yang bordering di tas kain warna hitam yang menggantung di bahu murid laki-laki itu. Ia merogoh tasnya dengan pelan, dilihatnya handphone yang ada ditangannya.
“huh…..” gumamnya, ia membuka handphonenya

“Ye Hyung….. aku sedang melukisnya… hehehe… tadi malam memang begitu menyenangkan… hmmm… aku akan menyertakan lukisanku di pameran Seoul Art… hum… begitukah?... kurang 5 orang lagi?... hmmm siapa ya… aku tidak tahu Hyung… saat ini tak ada orang yang ingin kubunuh… bagaimana denganmu?...hmmm aku juga sempat bingung…” kata murid laki-laki itu.

Ia menelpon sambil terus melukis di kanvas dengan cat merah yang ada dibawahnya.

“Ye.. aku sudah mencampurkan darahnya dengan catku… hehehe… bagus… lukisanku sangat bagus… Hyung… kau sedang dimana? Oh… begitukah?” murid itu membuka korden ruang seni yang besar, ia mengintip sedikit ke luar ruangan.

“Hmmm… aku melihatmu Hyung… kali ini kau harus kalahkan Ilhoon. Ah… Hyung… bagaimana kalau target kita selanjutnya Ilhoon? Eoh??..... hmmm… iya aku tahu… target kita harus yang tak punya hubungan dengan kita…. Baiklah Hyung…hmmm… aku akan menemuimu di lapangan… sebentar lagi… aku selesaikan bagian kepalanya dulu” Murid laki-laki itu berpaling, mendekati lukisannya, mengocok cat yang bercampur darah di bawah kakinya. Lalu membuat lukisan seorang wanita yang mengerikan. Kepalanya hanya setengah.

“huh…. Hyung terlalu cepat…… tapi memang harus ada korban lagi demi kebaikan bersama…” kata murid laki-laki itu pada dirinya sendiri.

***

28 April 2013 13:00 618-1 Ahyeon-dong, Mapo-gu, Seoul, Korea Selatan

Hyun dan Yeon masih sibuk dengan kasus barunya, pembunuhan 20 murid Daedong Highschool yang tak pernah terkuak, dari semua korban cara bunuh dirinya selalu sama, mereka melompat dari kamar apartemennya, dan dari beberapa video cctv ada pantulan bayangan yang menyerupai anak laki-laki kembar.

“Yoboseyo… gyojang seonsaengnim… saya dari kepolisian Seoul, hmm… ye…ah… ye… sebenarnya saya dan detektif Taeyeon akan menyamar sebagai guru bahasa inggris dan olahraga di sekolahmu… hmmm.. ah anni… anni… tidak ada sangkut pautnya dengan gang… anni… ye… kami punya tugas untuk melindungi anak-anak dari kejahatan rasis yang terjadi di sekolahmu… ye… ah… gyojang seonsaengnim… bisakah mulai besok kami masuk?... ye… ah tidak masalah… kami akan jadi guru pendatang yang mengisi kekosongan saja. Hanya saja… khusus nona Taeyeon. Mohon di tempatkan di kelas 12-4… ye… wooah.. gyojang seonsaengnim…daedanhi gamsahabnida. gyojang seonsaengnim… ye ye… kapan-kapan aku akan berkunjung ke rumah anda… ye… daedanhi gamsahabnida. gyojang seonsaengnim…” Hyun menutup telpnya.

“HUAAAAHHAHAHAHAHAHA~~~~!! MULAI BESOK kita akan menjadi guru disana~~~!! WOOOHOOOOOOOOO~~~~!! Kau lihat kan??? Kolega itu begitu berharga hahahaha” Hyun meloncat-loncat sambil membanggakan dirinya.

Taeyeon yang sedari tadi sibuk menulis sesuatu di buku jurnalnya, melihat Hyun sambil tertawa “woooh…wooh… baiklah tuan Hyun… mari kita bekerja lagi… oh. Apakah kau kenal dengan kepala sekolah Daedong?” Tanya Taeyeon sedikit penasaran

“Hum… dia adalah saudara dari saudara teman ayahku” kata Hyun sambil kembali duduk

“Hahahahaha… aku sedikit bingung dengan urutan kolegamu…” sindir Taeyeon sembari meminum kopi yang ada didepannya.

“Haisss… lupakanlah… yang penting besok kau harus masuk pagi arra??... jangan terlambat masuk.. karena kau akan menjadi guru… dan Mr Oh, akan menempatkanmu di kelas 12-4 dimana si kembar Jo belajar disana… oh… Yeon… apakah kau begitu pintar dalam bahasa inggris??”

“what? you doubt my ability??” Tanya Taeyeon sok berbahasa inggris

“Hahahaha… okey… stop… I don’t know anymore” jawab Hyun sambil mengangkat tangannya

“Hahahahahahaha” mereka pun tertawa bersama, melepas kepenatan.

“Hyun… kau jangan sekali-kali menatap mata kedua anak kembar itu. karena kekuatan mereka ada di matanya, kalau kedua anak kembar itu ingin melukai seseorang, mereka akan menggunakan matanya untuk menghipnotis… percayalah padaku… eoh??” kata Taeyeon pada Hyun.

“apa kau sedang bercanda…? Hehehe” Hyun menggoda Taeyeon dengan melebarkan matanya.

“Haiss… aku bicara serius… lalu kau akan mengajar sebagai guru olah raga?” Tanya Taeyeon sembari memasukkan beberapa map ke tas ransel hitam miliknya.

“hum… aku akan mejadi guru olah raga… Yeon… mengapa kau tak menuduh pasangan kembar lainnya?” Tanya Hyun sambil membuka lagi foto anak kembar yang kedua.

“Babo… kau lihat… mereka kembar laki-laki dan perempuan, mereka juga pendek, dan mata mereka seperti mata orang biasa. Coba lihat ini” kata Taeyeon memberikan foto yang sudah di print pada Hyun.

“Coba lihat ini. Bayangan ini dan foto kembar Jo. Mata mereka sama, postur tubuh mereka sama, dan rambut mereka sama. Kau tahu Hyun… aku adalah keturunan Furtuneteller terkenal di Seoul, jadi… aku tahu apa yang terjadi nanti” terang Taeyeon.

“Yeon… bisakah kau ramal aku?? Apakah aku akan mendapatkan wanita yang cantik sebagai istriku eoh?? Haiiisss… mendapatkan wanita yang tidak cinta uang begitu sulit…” kata-kata Hyun membuat Taeyeon menahan tawanya.

Ia memakai jaket hitamnya dan tas ranselnya. “aku tak akan memberitahumu kalau masalah itu, kalau aku beritahu…. Kau akan meninggalkanku sendirian dengan kasus ini… hehehe… bye bye… Hyun…”

“Hya!! Yeon… kalau aku punya kekasih aku akan janji tak akan meninggalkanmu… Hey~!! Jangan tinggalkan aku~!! YEON~!!! Aku tak bawa mobil tadi~~~~!!” Hyun mengejar rekan kerjanya yang sudah jalan lebih dulu.

***

29 April 2013 07:00 Daedong Highschool 35 Gye-dong, Jongno-gu, Seoul

Mobil Hyundai milik Taeyeon sudah terparkir di lapangan parker Daedong Highschool. Mereka berdua, Taeyeon dan Hyun kini berada di ruangan kepala sekolah.

“hmmm… aku sebenarnya juga khawatir dengan maraknya bunuh diri yang dilakukan murid Daedong… jadi menurut kalian berdua ini bukan bunuh diri? Tapi pembunuhan?” Tanya Kepala sekolah pada Taeyeon dan Hyun yang duduk di hadapannya.

“gyojang seonsaengnim… itu analisis kami sementara ini, dan kedua anak ini adalah tersangka utama kami, tapi… kita tidak bisa langsung menangkapnya. Aku dan Taeyeon akan menyelidiki bagaimana kehidupan mereka, dan semua tentang kedua anak kembar ini” kata Hyun sambil memberikan foto Jo Kembar kepada kepala sekolah.

“Hmmm… Kwangmin… dan Youngmin… mereka adalah siswa terbaik yang kami miliki… Youngmin adalah atlit soccer ternama dari sekolah kami, ia mendapatkan banyak piala selama bersekolah disini… dan Kwangmin… anak ini begitu jenius dalam hal seni. Berkali-kali dia di undang Seoul art untuk menampilkan semua karyanya… tak mungkin mereka yang melakukan semua ini… tak mungkin…” kata kepala sekolah sembari membenarkan kacamatanya.

“gyojang seonsaengnim… untuk itu… kami harus menyelidikinya terlebih dahulu… kami tak ingin asal tangkap saja… bagaimana? Apakah kita bisa masuk hari ini?” Tanya Hyun.

“Humm… baiklah… kalian bisa masuk mulai hari ini… semoga saja bukan mereka berdua yang dibalik semua pembunuhan ini” kata kepala sekolah sambil menyelipkan foto di lacinya.

“Nona Sora… masuklah…” kepala sekolah memanggil seseorang untuk masuk ke dalam ruangannya. Seorang wanita yang memakai baju pink dan kacamata pink masuk, ia tampak kaget ketika melihat Hyun yang terlihat tampan dengan setelan olah raga.

“Sora… apakah pak Min dan Nona Jung tak masuk hari ini?” Tanya Kepala sekolah pada wanita yang bernama Sora.

“Ah..hehe… iya mereka sedang menjalani training dan seminar di Busan… ada apa gyojang seonsaengnim?” Tanya Sora, matanya tak lepas dari Hyun.

Hyun merasa wanita itu sedang melihatnya, dengan malu-malu ia menyembunyikan wajahnya di balik jaket Taeyeon.

“Oh… baiklah… Nona Sora… kenalkan. Dia Hyun. Guru olahraga pengganti Pak Min, dan Nona Taeyeon pengganti Nona Jung guru bahasa inggris kelas 12-4. Tolong antarkan mereka ke kelasnya masing-masing” kata kepala sekolah sembari bangkit dari duduknya.

“Hyun… selamat berjuang… dan jangan membuat semua orang tahu siapa kau.. Nona Taeyeon selamat bekerja” kata kepala sekolah,
mereka saling berjabat tangan, tanda kerjasama sudah dimulai.

“Ye… gyojang seonsaengnim… daedanhi gamsahabnida” Kata Taeyeon. Sedangkan Hyun masih saja menempel pada rekan kerjanya, menjauhkan wajahnya dari pandangan Nona Sora.

“Yeon pakai ini… aku juga memakainya. Kita akan berhubungan melalui walkie talkie nano ini… okey.” Kata Hyun sambil memberikan sesuatu pada Taeyeon. Mereka berdua memakainya dan mulai keluar ruangan.

“Ssstt… Yeon wanita itu mengapa memandangku terus … aku merasa ketakutan” bisik Hyun pada Taeyeon.

“ssstt… aku bisa merasakan ia jatuh cinta padamu hihihi” bisik Taeyeon

“haissss… Jinjja??” bisik Hyun lagi. Mereka berjalan berdempetan mengikuti Nona Sora yang berjalan lebih dulu.

“Ye… ssstt… dia tipe wanita yang tak suka uang… cocok dengan tipemu hihihi” bisik Taeyeon lagi.

“Nona Taeyeon… ini ruang kelas 12-4. Pelajaran pertama hari ini Bahasa inggris jadi anda bisa masuk lebih dulu… maaf anak-anak belum masuk karena jam masuk sekolah masih 1 jam lagi… Tuan Hyun… ayo kuantar ke ruang olah raga” kata Nona Sora sambil mencoba menggapai tangan Hyun

“Gomawo… Sora…” kata Taeyeon sambil menahan tawa, melihat rekan kerjanya ketakutan di sebelah wanita berkacamata pink itu.

“YEOON~~~~~~!! ANDWAEEEEEEEEE” teriak Hyun tanpa suara, Sora telah menyeretnya menjauh dari kelas 12-4.

“Bye bye… Hyun Hahahahaha… aigoo… pria itu sungguh aneh…” gumam Taeyeon sambil masuk kedalam kelas 12-4.

“Youngmin… kau duduk disini hah?” kata Taeyeon sambil memeriksa kursi dan meja yang berada di pojok ruangan dekat jendela.

“Hummm… webtoon… itu kesukaanmu? hmmm” gumam Taeyeon lagi

Kemudian ia berpindah ke tempat duduk yang ada di depan, juga dekat dengan jendela “Kwangmin… jadi disini kau duduk heh… coba apa yang ada dilacimu” Yaeyeon membuka laci, dan ia hanya menemukan catatan pelajaran disana.

“hmmm… tak ada yang mencurigakan… Jo… kalian akan kutangkap… lihat saja nanti… semuanya akan tahu siapa kalian sebenarnya” kata Taeyeon sambil menyiapkan pelajarannya di meja guru.

To be continue

Fanfiction - Jeo-Ju - Part 1 - Series



Author : Ayuna Kusuma

Genre : Mystery, Romance, Action

Maincast :

Hyun Bin : Hyun
Taeyeon SNSD : Taeyeon
Jo Youngmin : Jo Youngmin
Jo Kwangmin : Jo Kwangmin

Location : Seoul, Korea

28 April 2013 08:00 618-1 Ahyeon-dong, Mapo-gu, Seoul, Korea Selatan

Hari minggu merupakan hari istimewa di Seoul, banyak orang yang menghabiskan waktunya di pusat hiburan keluarga, atau sekedar mendaki gunung, di hari minggu juga banyak sekali remaja yang menyelenggarakan acara, dari hiburan sampai acara yang serius seperti pagelaran galeri teknologi di pusat kesenian Seoul.

Tapi sepertinya hari minggu sama saja bagi setiap polisi. Hari minggu mereka harus bertugas bahkan lebih ketat lagi tugas mereka.

Seperti ketiga orang yang duduk di ruang rapat tertutup, di kantor polisi Mapogu. Mereka bertiga sangat konsentrasi melihat adegan-adegan yang ditampilkan di layar besar di depan mereka.

“Lihatlah… bagaimana gadis itu meloncat dari gedung lantai 15, ia seperti sedang berbicara dengan orang lain disana, padahal di rekaman itu tak ada siapapun kecuali gadis itu… coba lihat dia, hmmm” kata seorang petinggi kepolisian, mengarahkan kedua anak buahnya untuk melihat tayangan yang ia berikan.

Wanita yang ada di sebelah kanannya, mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih jelas.

“Oh… sepertinya ada orang lain yang menyuruhnya untuk meloncat dari balkon… Komisaris… adakah rekaman lainnya? Dari sisi yang lain?... mungkin saja ada anak lain yang bersembunyi di suatu tempat lalu membuatnya takut dan akhirnya melakukan bunuh diri?” wanita yang memakai label detektif seoul itu mulai tertarik dengan kasus yang di paparkan komisaris polisi.

“tidak ada…. Hanya ini saja…. Tapi aku mendapatkan banyak rekaman yang sama dengan ini, rekaman dari tempat lain, lokasi yang lain, tapi ke semuanya, semua tempat ke jadian masih di sekitar Seoul. Dan semua korban adalah murid Daedong Highschool Seoul. Ah… aku lupa… coba lihat ini… aku sudah merubahnya menjadi pict jpg… sebentar… Hyun… Taeyeon… silahkan nikmati dulu Americano yang sudah kubeli hehehe… aku merasa bersalah karena menyuruh kalian bekerja di hari minggu” kata pria yang memiliki jabatan komisaris itu.

“ah… terima kasih…sebenarnya aku juga senang bekerja di hari minggu hehehe… aku sedang single saat ini, jadi hari minggu sangat kubenci” kata pria yang dipanggil Hyun oleh komisaris.

“Hehehehee…. Kau bisa saja, kenapa tak kau tembak saja taeyeon… dia juga sedang single iya kan?” goda komisaris sambil mengotak atik laptopnya.

“Hahaha.. ha… Komisaris kau bisa saja… aku tak mungkin kencan dengannya, komisaris… apa kau tahu? Hyun pria yang suka buang gas sembarangan, aku tak mau bila kita kencan dia buang gas ketika kita sedang romantic hahahahaha” kata-kata Taeyeon membuat mereka semua tertawa dan melupakan sedikit ketegangan di ruangan itu.

“Nah… sudah… coba lihat ini” kata Komisaris sambil mengklik mouse laptopnya. Beberapa foto terpampang di layar. Di setiap foto itu ada dua bayangan pria yang tampak di kaca. Satu lagi foto yang dilihatkan komisaris, membuat Taeyeon bergidik.

“Oh… mereka terlihat masih muda… tapi mereka hanya tampak di kaca saja… oh… apakah pembunuhnya hantu?” kata Taeyeon

“kalau menurutku mereka manusia… hanya saja mereka memanipulasi kamera cctv” kata Hyun sambil mencatat sesuatu di kertasnya. “Yeon… bisakah kau lihat?? Wajah mereka sama… iya kan? Seperti anak kembar… hmmm dan lihatlah… seragam mereka sama dengan seragam siswa Daedong Highschool… kemungkinan mereka adalah salah satu siswa Daedong” Hyun kembali menuliskan sesuatu di catatannya dan memasukkannya ke jas.

“Aku ingin kalian menyelidiki siapa mereka, dan segera menangkap kedua pria itu, agar kita semua bisa melakukan investigasi lebih lanjut. karena peristiwa bunuh diri yang sama, sudah terjadi 20 kali dan menewaskan 20 murid Daedong Highschool. Apakah kalian bisa menerima tugas ini?” Tanya Komisaris dengan tegas.

"Ommo... 20 murid??" mata Taeyeon membelalak seakan ingin keluar karena terkejut.

"Hummm 20 murid" tegas komisaris.

“Ya… aku akan mengatasi masalah ini” jawab Hyun

“Hyun… aku rasa target kita kali ini bukan orang biasa, buktinya mereka bisa membunuh 20 anak dibawah umur dengan tipuan cctv seperti itu… Ya.. aku mau mengatasi masalah ini”

“Baiklah… ini semua beberapa catatan mengenai korban, dan aku sudah mencatat kode masuk ke motherboard sekolah itu. kalian berdua bisa melihat siapa saja yang berpeluang besar menjadi tersangka utama, okey… aku harus menemani Nari mendaki gunung dulu… hehehehe… dia terlalu merindukan Appanya…” kata
Komisaris sambil bersiap-siap memakai jaket sport.

“Bye bye… Hyun… Taeyeon… sampai jumpa hari senin depan” kata Komisaris sambil berjalan keluar ruangan.

"Bye bye.... hati-hati dijalan..." balas Taeyeon

“Oh… Nari… anak komisaris itu tahun kemarin baru masuk Daedong Highschool kan? Aigoo… mungkin itu sebabnya komisaris membuka kasus ini” kata Hyun sambil membuka file-file korban di depannya.

“Humm… Hyun… coba buka lagi file ini… foto ini.. mereka terlihat seperti kembar… iya kan?” kata Taeyeon sambil membuka beberapa foto di laptop.

“Hmmm… sebentar aku akan cari datanya di motherboard Daedong highschool… hmmm…. “ kata Hyun sambil membuka laptopnya lalu memecahkan beberapa password, tanpa menunggu lama Hyun sudah memasuki bank data sekolah itu. Disana ia mencari pasangan kembar yang sekolah atau mengajar di sekolah itu. Akhirnya dia mendapatkan 2 pasangan kembar.

“Woaaaaaah… Taeyeon… coba lihat kesini” panggil Hyun, Taeyeon meloncat dan mendekati Hyun, ia lihat di layar ada dua pasangan kembar, sama-sama anak lelaki, tapi Taeyeon menunjuk salah satu pasangan kembar yang ada di kiri layar.

“Hyun… aku rasa mereka orangnya… lihat dari postur tubuh, bentuk wajah dan style rambut, ya mereka orangnya… coba lihat identitas mereka..” pinta Taeyeon, tangan gadis itu kemudian bergetar ketika melihat kedua nama murid kembar itu

“Jo…? Jo Twins…? Ommo…. Lihatlah mereka… mata mereka sepertinya saling memiliki pertautan energy yang luar biasa… Hyun… mereka lah pembunuhnya” kata Taeyeon, ia duduk di samping Hyun dan terus melihat ke layar laptop yang menampilkan kedua murid kembar.

“haisss… Jjamkkanman… Yeon… kau tak bisa seperti itu, kita belum punya bukti yang pasti mengenai tersangka utama, dan kelihatannya mereka berdua hanya murid biasa. Mungkin saja ada orang yang menggunakan refleksi foto mereka dan memantulkannya ke jendela kaca, pembunuh utamanya pasti ingin kita menangkap mereka berdua”

“Andwae!!!... Hyun… Andwae!!” Yeon memundurkan kursi kerjanya dan berteriak begitu keras.

“Yeon… ada apa denganmu?” Tanya Hyun sambil menenangkan teman kerjanya yang terlihat ketakutan

“Hyun… ayahku adalah Fortuneteller, dia pernah mengatakan padaku, kalau suatu saat nanti, akan ada saudara kembar bermarga Jo, yang akan membawa kerusakan, dan bila misi marga Jo itu selesai, dunia ini akan hancur” kata Yeon, ia memejamkan matanya mengingat-ingat lagi apa yang dikatakan ayahnya.

“HAHAHAHAHAHAHAHA…….. apakah kau terlalu banyak melihat kartun? Atau karena kau sudah mulai menjadi webtoon addict?? Hahahaha… Yeon… mereka hanya anak-anak..” Hyun mentertawakan temannya sambil memegang perutnya yang kram.

“HYUN~!! AKU HARUS MENGHADAPI MEREKA SENDIRI!! EOH!! Kirim aku ke sekolah itu… harus aku yang menangkap mereka… Hyun!!”
Taeyeon berlutut di depan Hyun yang sedang duduk sambil tertawa.

“Hahahaha… Yeon… jangan bercanda lagi. Perutku sangat sakit.. woaa ekspresimu sangat mengagumkan… kau harus menjadi artis”

PLAAAZZZZ….

Taeyeon menampar wajah teman kerjanya dengan kesadaran penuh “eotteohge!!! Aku serius HYUN!! Bisakah kau melihat keseriusan dalam diriku? Eoh? Dari wajahku?”

Menerima tamparan dan makian Taeyeon, tawa Hyun semakin lepas. “HAHAHAHAHHAHAHAHAHA….. Okey…. Kita tunggu saja satu hari ini, apakah ada yang mereka bunuh lagi atau tidak”

PLAAAAZZZZ…….

“Hyun… apakah semurah itu nyawa manusia?? Kirim aku sebagai guru pendatang di Daedong Highschool, setelah itu aku akan tunjukkan padamu kalau mereka berdua. Jo Youngmin dan Jo Kwangmin… mereka adalah Jeoju… yang akan membunuh semua orang sesuka hati mereka, eolmana? Kau setuju?”

“Hahahahahaha…… baiklah… kau akan ku kirim ke sekolah itu untuk menyelidiki siapa tersangka utama dalam kasus ini, tapi kau jangan terlalu berpegang teguh dengan khayalanmu… tidak ada yang namanya kutukan, dan kau harus hidup dalam sebuah kenyataan” kata Hyun sambil menyuruh temannya duduk di tempat semula.

“Kita lihat saja nanti… apa yang dikatakan ayahku adalah benar… dan kalau benar, kita harus membunuh anak kembar itu, agar ia
tak lagi membuat kerusakan di bumi ini”

“hum… apakah harus membunuhnya?” Tanya Hyun mulai serius

“Harus… mereka adalah pasangan yang menakutkan… aku bisa merasakan dari tatapan matanya… tak heran kalau banyak korban yang ketakutan dan memilih untuk bunuh diri… tapi aku tak tahu apa yang alasan mereka membunuh semua korban…” kata Taeyeon sambil membuka lagi semua file korban yang diberikan komisaris

“Hummm….. kita akan tahu setelah kau sudah menjadi guru disana”

To be continue
 
Layanan untuk Anda: x Cerita dari Kusuma | - | dari - | Lihat dalam Versi Seluler