- - - - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Pincak Pincuk

Si Sudrun bertetangga dengan Si Koplak di salah satu rumah susun yang hawanya sangat panas dan bisa membuat orang merasa sumpek atau bahkan marah tanpa alasan
Suatu siang Si Sudrun duduk di depan pintu rumahnya, sedang kipas-kipas, perutnya yang mblondeh mblondeh dileer... biar bisa sedikit bernafas.
Disebelahnya ada Si Koplak yang sibuk buka Laptopnya, niatnya kerja, tapi akhirnya cuma baca berita elektronik saja..

Sudrun : Oalah..... kok yo panase ngene.....
Koplak : Beli AC aja Drun... kok repot
Sudrun : Ancok... ga duwe duek cok.... awakmu gelem nukokno ta? (maklum asli surabaya jadi sedikit kasar)
Koplak : Yo... tukuo dhewe.... nabung o seng akeh.. mengko lak isok tuku AC
Sudrun : Ga isok nabung cuk... duwekku entek gara-gara BBM naik kuwi loh.......
Koplak : Yo... proteso neng Presiden kono loh..... kok repot
Sudrun : Wooooong... presiden JUANCOK, kakean cangkem, ga nduwe ati, matane mbalarah, senengane curhat..... yo ga isok dijagakno....
Koplak : Yo.... tak biayai sampean demo neng presiden... nek wes neng istana ngomongo seng buanter JUANCOOOOKKK PRESIDEN GOBLOKkkkk ..... yo... gelem orah??? ojok mbengok neng kene wae.... wani ora?....
Sudrun : ga wani cuk.... engko nek e aku dipateni bodigur e presiden piye.... repot....
Koplak : Yo nek repot menengo..... titenono cangkemmu kuwi... ket mau kok ngomong pincak pincuk.. neng awakku.....
Sudrun : yo... yo... spurane plak... spurane yo.......

By Ayuna Kusuma
15 April 2012

Human Devil : Makanan atau MATI


Di sebuah rumah reyot d ipinggir jalan seorang Manusia sedang terbaring lesu di kasurnya. Lalu datang Setan menghampirinya
Manusia : Aku ndak punya apa-apa untuk makan…. aku makan apa?
Setan: Kau mau makan? akan aku berikan semua makanan didunia ini kalau kau menyapa wanita cantik itu
Manusia: Aku masih punya iman. Aku bisa menahan rasa laparku
Setan: Aku akan menunggumu sampai kau kelaparan hahaha
Manusia: Aku tak akan menyerah. kalau perutku ini kosong dan hanya ada tulang dan kulit. aku tak akan menurutimu.
Setan: Benarkah? sepertinya bunyi perutmu sudah menggema suara kelaparan hihihihi
Manusia: kau salah. ini suara perutku yang sedang berdzikir untuk menghindarimu.
Setan: oooh… aku tau… baiklah aku akan menunggu….. Oh… lihatlah wanita itu… sangat cantik ya… kalau kau melihatnya kau akan melihat surga dunia
Manusia: tidak. aku tidak mau surga dunia. aku mau surga Allah. pergi kau setan dari hadapanku. kau tak layak berada disini
Setan: Kau yang tak layak berada di bumiku. kau hanya binatang pintar yang sangat merana karena kelaparan. hahahaha…
Lama kemudian Setan masih menunggu dengan tenang. di depan pria yang sedang tidur dalam keadaan kelaparan. Lalu beberapa waktu kemudian pria itu terlihat gelisah. Sambil memegang perutnya yang kurus.
Setan: Bagaimana? Kau mau membuat kesepakatan denganku? kau hanya melihat wanita itu. Melihat saja… apa susahnya…
Manusia:…..
Setan: Masih berpikir saja… lihatlah perutmu, sudah sangat kosong bukan..? Cepat ikuti saja kesepakatanku tadi. Kau… akan kuberi makanan terlezat sedunia kalau kau hanya melihat wanita itu.
Manusia: Hanya melihat saja kan?
Setan: Iya hanya melihat saja. Tak sulit bukan?
Manusia: Apa yang akan kau beri padaku?
Setan: Akan kuberi kau makanan terlezat sedunia… bahkan akan kuambilkan makanan dari surga
Manusia: Huh… surga… ? kau hanya Setan. Kau tak akan bisa ke surga. Karena nenek moyangmu sangat sombong
Setan: Huh… dalam keadaan lapar kau masih saja sombong. Pada kenyataannya manusialah yang sombong. Buktinya dirimu. Hahahaha
Manusia: Baiklah… akan aku lihat wanita itu
Setan: Baik… silahkan… nikmati pandanganmu pada wanita itu.
Manusia: (Memandang wanita yang sedang sibuk menjual makanan d isebrang jalan. Wajahnya sangat cantik, kulitnya bersih. Senyumnya manis. Namun sayang ia terbalut oleh busana yang sangat besar. Membuat kecantikan itu terkurung) Sudah… aku sudah melihatnya
Setan: Baiklah… ini makanan yang kujanjikan… makanlah
Manusia: Apa-apaan ini… ini hanya roti.. perutku tak akan kenyang dengan makan roti seperti ini.
Setan: Hahahahaha…. Kebiasaan manusia. Bila diberi sesuatu tak pernah bersyukur.
Manusia: (memakan roti yang diberikan si Setan dengan lahap) hmm… aku masih lapar….
Setan: Kalau begitu… kita membuat kesepakatan lagi…
Manusia: Maksudmu?
Setan: Iya… kesepakatan yang baru. Dan yang akan kuberikan akan lebih banyak daripada sekedar roti
Manusia: Benarkah? Hmmm kau hanya setan busuk… kau pasti menipuku lagi
Setan: Aku tak menipumu.. Roti adalah makanan yang terlezat di dunia. Kau bisa lihat semua manusia menjual barang itu.
Manusia: Hmmm baiklah… apa kesepakatan yang akan kau buat bersamaku?
Setan: Kau sudah melihat wanita itu kan?
Manusia: Iya sudah…
Setan: Bagaimana menurutmu… apakah dia cantik?
Manusia: hmmm
Setan: katakanlah Cantik atau tidak… hanya itu saja. Kau akan mendapatkan minuman paling lezat didunia
Manusia: Cantik… dia sangat cantik… tapi….
Setan: Ah…. Kau menang dalam kesepakatan ini hihihihi
Manusia: Benarkah?
Setan: Tentu saja. Ini hadiah untukmu (Sambil mengeluarkan segelas susu dari balik jubah hitamnya)
Manusia: hanya susu?
Setan: hahahahaha sekali lagi kau mengeluh. Minumlah saja
Manusia: terima kasih
Setan: Hahahahaha…… kau berterima kasih pada musuhmu sendiri? Kau sungguh bodoh
Manusia: Hmm.. enak sekali susu ini…
Setan: Yang kau minum itu adalah imanmu… HAHAHAHA
Manusia: aku masih lapar…. Kau ada kesepakatan lagi?
Setan: HAHAHAHAHAHAHA……… kau perlu kesepakatanku sekarang ha???
Manusia: Aku sudah tidak makan seminggu ini. Aku perlu banyak tenaga untuk hidup
Setan : ‘kau tak layak hidup sekarang…. Karena kau sudah sangat berdosa karena berteman denganku’ hihihihi
Manusia: kenapa kau hanya tertawa. Aku serius…
Setan: Baiklah… kau tadi bilang wanita itu cantik…. Lalu kau bilang Tapi. … apa maksudmu dengan kata Tapi
Manusia: Ya… tapi dia tertutup jilbab besar itu. Aku jadi tak bisa melihat kecantikannya…
Setan: hmmm… aku punya kesepakatan yang besar untukmu…
Manusia: Apa itu? Apa? Katakan padaku…
Setan: Kau suka wanita itu kan?
Manusia: hmmm iya…
Setan: Aku tau kau selama ini selalu memperhatikannya… jadi jangan sombong dengan mengaku kau masih punya iman Hahahahahaha
Manusia: Langsung saja apa yang kau inginkan dan apa yang aku dapatkan?
Setan: Ajak wanita itu dengan halus atau paksa kerumahmu. Kunci rumahmu. Buka jilbabnya. Lalu nikmati tubuhnya. Aku akan memberikan kau makanan seumur hidup…
Manusia: Aku tidak mau
Setan: Mengapa? Kau bisa menikmati wanita dan mendapatkan makanan. Dua keuntungan sekali jalan. Bukankah itu menguntungkan bagimu. Kalau aku… aku tak ingin apa-apa darimu
Manusia: baiklah
Manusia bodoh itu lari keluar rumah. Menghampiri wanita penjual yang cantik itu ketika dia sendirian. Disumbatnya mulut wanita itu agar tidak bisa teriak. Lalu diseretnya wanita malang itu kerumahnya. Dan Dinikmati oleh manusia bodoh itu. Sedangkan Setan hanya tertawa terbahak-bahak. Misinya telah usai. Ia menjadi bahagia karena manusia itu akan menemaninya di neraka kelak.
Setelah wanita itu bisa berteriak. Semua warga berkumpul mengepung rumah manusia bodoh itu. Dan menggiringnya ke Pengadilan. Ia lalu dipenjarakan seumur hidup.
Dalam penjara yang gelap Setan datang dengan senyuman yang merekah.
Setan: Bagaimana kabarmu sahabatku?
Manusia: Kau… setan brengsek… kau menjebakku… kau berbohong padaku…. Mana makananmu yang seumur hidup itu?
Setan: kau sudah mendapatkannya kawan… kau akan mendapatkan makanan d ipenjara seumur hidupmu… kau tak perlu lagi bekerja keras. Kau hanya disini terkurung dan makan. Aku tak pernah berbohong padamu… Sekarang kita sudah bersahabat. Sampai bertemu di neraka kelak. HAHAHAHAHA
Tamat
By -Kusuma

Human Devil : Pembunuh

By : Ayuna Kusuma 22 December 2011

Seorang anak lelaki keluar dari sebuah gubuk. Di kompleks kumuh tingkat atas, anak itu terlihat memukul-mukul jaket kusamnya. Tak beberapa lama seorang Iblis datang, dia menyerupai kakek-kakek yang berbaju mewah dan masih mulus.
Anak lelaki itu menatapnya  dengan kekaguman yang berlebihan. Beberapa kali kakek itu mengkibas-kibaskan tongkatnya, menunjuk-nunjuk tanah dan bicara seorang diri, namun dia seperti menyuruh seseorang untuk membereskan apapun yang ia tunjuk.
Anak itu masih menatap dengan rasa kagumnya,

“Sudahlah nak, jangan kau pandangi aku dengan matamu itu, kau akan silau…” kata kakek itu pelan dengan nada yang berat
“Kakek ini siapa….”
“Aku?… apa pedulimu siapa aku….”
“Aku peduli… karena baru kali ini aku melihatmu… dan aku ingin meminta sereceh uang, untuk membeli makan untuk ibuku yang sedang sakit…”
“Oh… kau pengemis rupanya… pengemis yang peduli dengan orang lain daripada peduli dengan dirinya sendiri…”
“Aku peduli pada diriku dan ibuku.. maka dari itu aku peduli padamu dan menanyakan hal sepele itu padamu…”

“Tapi maaf nak… aku tidak suka memberi dengan Cuma-Cuma…  Kalau kau mau bekerja untukku, kau akan kuberi lebih.. bahkan… kuberi uang muka yang lebih daripada yang kau harapkan… bahkan pikiranmu pun tak habisnya untuk menghitung uang muka yang kuberikan nantinya”
“Apa pekerjaan yang kau berikan untukku?”
“Hmmm.. kau lihat gubuk yang ada didepanmu?”
“Iya, itu rumah para tetanggaku,…”
“Bakar rumah mereka nanti malam.. karena aku akan membangun sebuah toko besar disini. Kalau kau mau menjalankan tugas ini, aku akan membawamu dan ibumu ke tempat aman dan memberikan kalian makan dan juga uang, kalau kau tidak mau melakukan tugas ini, mungkin kau akan ikut terbakar bersama para tetanggamu”
“Tidak.. aku tidak mau… mereka para tetanggaku, mereka saudaraku, kau orang gila, sampai menyuruhku membakar mereka”
“Aku tak menyuruhmu membakar mereka, pengemis yang malang…. Aku hanya memberikan kau tugas untuk membakar rumah mereka”
“Lalu bagaimana dengan mereka? Kau benar-benar iblis”
“Ssst… apakah kau sudah lupa kalau ibumu sedang kelaparan? Jangan pernah pikirkan mereka, pikirkan dirimu sendiri… lihat bajumu… lusuh.. bau… kau juga harus merawat ibumu. Merawat orang sakit harus ditempat yang bersih.. kalau kau membantuku… kau akan dapatkan harta untuk membeli itu semua”
“Aku tak mau harta.. tuan kaya raya… aku tidak mau harta bila aku harus membunuh saudaraku… puas?”
“hmmm… jangan munafik…”

Anak itu kembali ke gubuk dengan penuh pikiran, campur aduk lama-lama menghitam dan muncullah sebuah keputusan yang mengubah segala hidupnya. Setelah ia melihat ibunya yang terkapar tak berdaya, kadang nafasnya tersenggal, kadang berhenti, kadang memuntahkan semua air dalam perutnya. Karena hanya air yang ada diperutnya.

Anak itu terlihat marah, saat menerima sebuah keadaan, mengingat-ingat apa yang terjadi selama ini, Semua tetangganya, hanya orang asing baginya, saat ia kelaparan dan hendak mencari pertolongan tak ada yang mau membantu, bahkan ada yang baik hati membantu, dengan memberikan sisa makanan anjing peliharaan, Saat ibunya terbaring lemah dan sangat perlu gizi, walaupun sepiring nasi. Tak ada satupun tetangga yang memberi nasi layak dimakan, semuanya hanya memberi nasi basi bersama belatung kecil, semakin terhina dan marah anak lelaki itu ketika ia ingat anak tetangga sempat-sempatnya mencuri sepeda peninggalan dari ayahnya, dan ia tak mampu merebut kembali sepeda yang sudah menjadi haknya, karena ancaman dari ayah sang pencuri.

Semakin marah, semakin muram, semakin benci, semakin dendam.
Anak itu berlari keluar gubuk, ia mencari kakek kaya itu, dan berniat merubah keputusannya.
“Hei…!! Aku mau bekerja untukmu… apakah masih ada kesempatan untukku?”
Kakek itu berpaling ke arah lelaki kecil itu, ia tersenyum bangga
“Bagaimana… kau sanggup melakukan itu semua?”
“Aku sanggup, tapi kau harus memindahkan ibuku ke rumah sakit, berilah obat yang bagus untuknya, belikan ibuku makanan yang penuh gizi. Berikan kami uang yang banyak. Dan akan aku bakar mereka semua”
“Hehehe… sabar nak…. Apa yang membuatmu begitu bergelora dalam emosi?”
“Kau benar, mereka bukan tetanggaku, mereka hanya orang asing bagiku dan ibuku, mereka tak pernah membantuku, bahkan mereka sering menghina kami”
“kasihan sekali kau nak… baiklah… kita pindahkan ibumu ke rumah sakit sekarang”
***
Lalu malam itu.. saat semua terlelap… Seorang anak lelaki yang telah mendapat segalanya dari sang iblis. Melangkah dengan pelan-pelan, lalu ia menyulut api, dan…. Semua  rumah yang semula ia anggap sebagai rumah tetangga, menyala berkobar, beberapa kepala keluar dari rumah dengan kobaran api yang menjadi-jadi. Teriakan-teriakan menggema, langit berubah menjadi berwarna, semakin ceria namun menderita.

Si anak lelaki hanya tersenyum sadis melihat tetangganya terbakar. Ia sudah memiliki kebahagiaan diatas ratusan derita tetangganya, Ia sudah tahu pasti ibunya makan enak setelah hangusnya tetangganya.
Si anak pulang… gembira ia…. Senyumnya bertebar diwajahnya. Namun apa yang ia lihat, begitu mengguncang hati. Mayat terbaring diatas ranjang rumah sakit, di kamar ibunya.
Ia bertanya dengan tertatih.. Siapa itu? Dalam hatinya…… Pasti bukan ibuku… ibuku sudah sehat karena aku sudah belikan obat untuknya…
Lalu kakek itu datang, dia menahan sedikit air mata, huh…. Bukankah iblis tak bisa menangis?… itu sebuah kepalsuan belaka.
“Nak.. ibumu telah meninggal…”
“……..” anak itu tak bisa berpikir lagi, ia berteriak teriak, matanya melotot keluar, ia kecewa… mengapa secepat itu ibunya mati, mengapa secepat itu ibunya pergi.
“Ini nak… bayaranmu…. Terimalah”

“Dasar iblis….. apa artinya uang bila ibuku mati…… apa???? Apa??? Hah!! Apa????”
“Kau bisa menikmati hidupmu sendirian tanpa ibumu…. Kau bisa menikmati dunia…. Tanpa merawat ibumu yang pesakitan itu….”
“Aku bunuh mereka semua~~~!!! Untuk ibuku~~~!!! Untuk kesehatannya…. Untuk kesejahteraannya…. Untuk membalas cintanya kepadaku….. “
“ups…. Maaf aku kira kau bisa melepaskan ibumu…. Aku membunuh ibumu karena dia terlalu merepotkanmu nantinya”
“……………” Semakin gila, semakin lantang teriaknya, semakin gila suasana. Dan iblis hanya berlalu dengan tertawa bangga. Ia menghancurkan semuanya dalam satu malam.
 
Layanan untuk Anda: x Cerita dari Kusuma | - | dari - | Lihat dalam Versi Seluler