- - - - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |
Tampilkan postingan dengan label kemanusiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemanusiaan. Tampilkan semua postingan

Gadis Pemakaman

Gadis, menangis terisak-isak.... lalu ia bertanya pada batu nisan didepannya, "Bu.... mengapa kau lahirkan anak yang tak ada kelebihannya satupun, seperti diriku ini?..."
Lalu ia menundukkan kepalanya lagi.... menahan tangis...
"Haruskah aku menyusulmu? tapi aku akan semakin buruk bila bunuh diri... tak ada yang bisa aku lakukan bu..."
Ia mengusap air matanya... dan berkata "baik bu... aku akan jadi pengemis saja, mungkin... aku ditakdirkan menjadi pengemis... doakan aku bu... Semoga banyak yang memberi aku belas kasihan atau sekedar uang, atau mungkin pekerjaan"

Lalu gadis kecil itu berjalan... menjauh.... dan hilang dalam sekelebat bayangan pohon pemakaman.
.... Silahkan lanjutkan sendiri ceritanya........

Semoga lanjutan cerita kalian semua menjadi sebuah doa bagi gadis kecil itu.
Amin...

"The END of HoneyMoon" - Teka teki Kriminal


Polisi menerima kabar adanya kecelakaan di dua lokasi yang berbeda dan pada waktu yang sama yaitu pukul 21.00. Lokasinya di Hotel La Vega dan di Jalan D99.

Kecelakaan lift di Hotel Las Vegas membunuh seorang wanita yang berada di dalam lift sendirian. Wanita itu sebelumnya bertujuan ingin naik ke lantai 10 namun lift tersendat di antara lantai 6 dan 7
Kecelakaan di jalan 099 membunuh seorang pria yang mengendarai mobil sendirian. Tidak ada mobil atau kendaraan lain yang menabraknya, mobil korban hanya oleng dan menabrak tepi jalan dengan kecepatan 60km/jam.

Polisi memastikan bahwa kedua korban yang meninggal karena kecelakaan itu adalah pasangan suami istri yang sedang berbulan madu di La Vega.

Berikut ini benda yang terdapat pada kedua kecelakaan

Kecelakaan lift

1.    Tas yang sobek
2.    Obat-obatan yang berceceran dilantai lift
3.    Telp genggam yang sedang menyala dan menunjukkan korban telah melakukan panggilan selama 20 kali dengan no inisial “My Hubby”
4.    Darah dan busa yang tersisah setelah korban dibawa ke rumah sakit

Kecelakaan mobil

1.    Telp genggam yang menyala menerima panggilan selama 20 kali dari no berinisial “My Honey” setelah di cek adalah no korban kecelakaan lift
2.    Tas berisi Uang

Berikut ini analisa sementara dari kepolisian investigasi.
1.    Mayat di lift meninggal karena terserang penyakit yang kambuh dadakan
2.    Mayat di mobil telah meninggal satu jam sebelum terjadi kecelakaan kecil di jalan.
3.    Tidak mungkin mobil yang dipacu kecepatan 60km/jam dan hanya menabrak tepi jalan mampu membunuh seseorang
4.    Mayat di mobil tidak memiliki luka, kemungkinan pria itu terbunuh karena zat kimia dalam mobil

Berikut ini keluarga yang ikut dalam rangka bulan madu di La Vega
1.    Rina. (24) Sepupu Korban Pria. mengaku mengenal korban wanita memiliki penyakit parenkim paru dan jantung. Saat kejadian mengaku berada di lobi hotel bersama pinot
2.    Pinot (21) Adik korban pria, mengaku korban pria alergi dengan bau bensin
3.    Lola (18) adik korban wanita, mengaku bertemu terakhir kali dengan korban pria. korban pria terlihat sangat sehat dan ingin mengambil barang yang tertinggal di bandara. Saat lola ingin menemani, korban menolak
4.    Yudha, (26) pacar Rina.  Mengaku tidak mengenal sama sekali kedua korban, dan saat kejadian dia bersama Lola di cafĂ© memesan kue untuk korban wanita.
5.     Mina (30) kenalan lama korban pria, yang bertemu di bandara dan ternyata memesan di hotel yang sama.

Nah… silahkan dianalisa. Siapa pembunuhnya? Dan bagaimana caranya membunuh?

Racun Makanan disekitar Kita


Makanan seperti ini.... memang lucu, juga terkenal lezat, mudah memasaknya.
Namun kita harus lebih cerdas lagi, untuk menolak memakan makanan dari pabrik, dan pilihan terakhir. Marilah kita memasak sendiri dirumah, masakan yang lebih sehat, unik, dan lezat. Untuk keluarga kita.

Tidak bisa kita mengatakan kepada semua pedagang dan produsen makanan, untuk memperhatikan kesehatan kita. Terlalu sulit... walaupun media berkoar-koar mengatakan dan melarang makanan berbahaya itu. Mereka tetap saja memproduksinya. Karena mungkin kepedulian kepada orang lain sudah menipis.

Berikan yang terbaik untuk keluarga kita

Human Devil : Kematian

Sebuah kematian
Ia datang bersama keterpaksaan
Bila mereka mati, mereka terpaksa meninggalkan semuanya
Meninggalkan yang mereka  cintai
Meninggalkan yang mereka ingini
Meninggalkan apapun yang menjadi hasrat
Lalu muncullah dia
Sosok yang menurut mereka gagah dan memiliki kekuatan
Ia berkata
“Aku memiliki keduanya”
“Kebahagiaan di Dunia dan akhirat”.
Dengan senyum yang penuh rahasia
“Aku memiliki keduanya kebahagiaan dan ketentraman”
Lalu semua yang dihadang kematian
Berkata dengan penuh harap
“Siapakah kau? Lalu apakah kau bisa memberi kami keduanya?”
Dan terdengarlah tawa sosok gagah itu.
Dan dia membalik balik batu ditangannya dengan sangat misterius
“Aku bisa memberikannya untuk kalian. Namun… kalian harus menjadi budakku seumur hidup”
Merasa terkejut, mereka yang dihadang kematian menganga dan hanya melihat betapa orang itu akan sangat memanfaatkan diri mereka dan berbuat aniaya.
“Tak perlu khawatir… kalau kalian menjadi budakku, kalian tidak akan aku pekerjakan”
Merasa sedikit lega, mereka yang dihadang kematian sedikit tersenyum.
“Namun.. kalian harus hidup demi harta, wanita, dan cintailah dunia, bila di akhirat kelak, kalian harus tetap mencintai dunia, harta dan wanita”
Merasa sangat bahagia karena mendengar syarat yang diberikan adalah kesukaan mereka. Tak diragukan lagi merekapun segera bersuka cita.
“Kami mau menjadi budakmu~~!! Kapan kau akan memberi kami keduanya? Dunia dan Akhirat dengan Cuma-Cuma?”
Tawa pria itu semakin menggema, dan menggelegar.
“Baiklah…. Baiklah….. namun kalian akan menjadi budakku sampai diakhirat kelak”
Mata mereka berbinar-binar dan serentak berkata.
“Kami senang bila menjadi budakmu”
Lalu pria itu berkata “Kalian sudah mendapatkannya” dan menghilang dari hadapan mereka.
Sang kematian mengulur waktunya, agar semua orang itu kembali sadar bahwa mereka sudah tertipu, dan kembali kepada kesucian diri.
Namun sudah sangatlah terlambat.
Waktu yang diberikan oleh Sang kematian, mereka gunakan untuk meraih harta, menikmati dunia dan merasakan kehangatan semua wanita.
Lalu Sang Kematian merasa waktunya sangat tidak dihargai.
Dan ia menghampiri setiap rumah orang-orang dunia itu.
Dibawa nya jiwa mereka.
Namun semuanya berontak dan berkata
“Hei…. Apa yang kau lakukan? Aku sudah menjadi budak DIA, aku tak bisa mati, jadi kau tak punya hak untuk membawaku”
Sang kematian dengan wajah yang marah membara berkata
“Kalian ini terlalu BODOH~!!! Kalian sudah ditipu oleh Iblis itu. YA~~~! Benar kalian telah menjadi budaknya. Dan nanti diakhirat kalian akan bersama Iblis itu di Neraka”
Sangat terkejut, beberapa dari orang dunia itu menangis tersedu-sedu
“Wahai… kematian…. Apakah tidak ada kesempatan kami untuk bertaubat?”
Sang kematian merubah tatapannya dengan tatapan kesedihan.
“Maafkan aku… kalian sudah aku beri kesempatan itu. Namun kalian terlalu bahagia menjadi budak Iblis itu. Sekarang mari kita ke Alam Kubur. Kalian akan disiksa disana…. Siapkan diri kalian”
Lalu teriakan-teriakan yang kencang dan menyayat hati itu menggema dari sudut bumi. Manusia lainnya tak mendengar teriakan pilu itu. Iblis pun akan menggoda manusia saat ia diambang kematian.
Oleh Ayuna Kusuma

Human Devil : Pembunuh

By : Ayuna Kusuma 22 December 2011

Seorang anak lelaki keluar dari sebuah gubuk. Di kompleks kumuh tingkat atas, anak itu terlihat memukul-mukul jaket kusamnya. Tak beberapa lama seorang Iblis datang, dia menyerupai kakek-kakek yang berbaju mewah dan masih mulus.
Anak lelaki itu menatapnya  dengan kekaguman yang berlebihan. Beberapa kali kakek itu mengkibas-kibaskan tongkatnya, menunjuk-nunjuk tanah dan bicara seorang diri, namun dia seperti menyuruh seseorang untuk membereskan apapun yang ia tunjuk.
Anak itu masih menatap dengan rasa kagumnya,

“Sudahlah nak, jangan kau pandangi aku dengan matamu itu, kau akan silau…” kata kakek itu pelan dengan nada yang berat
“Kakek ini siapa….”
“Aku?… apa pedulimu siapa aku….”
“Aku peduli… karena baru kali ini aku melihatmu… dan aku ingin meminta sereceh uang, untuk membeli makan untuk ibuku yang sedang sakit…”
“Oh… kau pengemis rupanya… pengemis yang peduli dengan orang lain daripada peduli dengan dirinya sendiri…”
“Aku peduli pada diriku dan ibuku.. maka dari itu aku peduli padamu dan menanyakan hal sepele itu padamu…”

“Tapi maaf nak… aku tidak suka memberi dengan Cuma-Cuma…  Kalau kau mau bekerja untukku, kau akan kuberi lebih.. bahkan… kuberi uang muka yang lebih daripada yang kau harapkan… bahkan pikiranmu pun tak habisnya untuk menghitung uang muka yang kuberikan nantinya”
“Apa pekerjaan yang kau berikan untukku?”
“Hmmm.. kau lihat gubuk yang ada didepanmu?”
“Iya, itu rumah para tetanggaku,…”
“Bakar rumah mereka nanti malam.. karena aku akan membangun sebuah toko besar disini. Kalau kau mau menjalankan tugas ini, aku akan membawamu dan ibumu ke tempat aman dan memberikan kalian makan dan juga uang, kalau kau tidak mau melakukan tugas ini, mungkin kau akan ikut terbakar bersama para tetanggamu”
“Tidak.. aku tidak mau… mereka para tetanggaku, mereka saudaraku, kau orang gila, sampai menyuruhku membakar mereka”
“Aku tak menyuruhmu membakar mereka, pengemis yang malang…. Aku hanya memberikan kau tugas untuk membakar rumah mereka”
“Lalu bagaimana dengan mereka? Kau benar-benar iblis”
“Ssst… apakah kau sudah lupa kalau ibumu sedang kelaparan? Jangan pernah pikirkan mereka, pikirkan dirimu sendiri… lihat bajumu… lusuh.. bau… kau juga harus merawat ibumu. Merawat orang sakit harus ditempat yang bersih.. kalau kau membantuku… kau akan dapatkan harta untuk membeli itu semua”
“Aku tak mau harta.. tuan kaya raya… aku tidak mau harta bila aku harus membunuh saudaraku… puas?”
“hmmm… jangan munafik…”

Anak itu kembali ke gubuk dengan penuh pikiran, campur aduk lama-lama menghitam dan muncullah sebuah keputusan yang mengubah segala hidupnya. Setelah ia melihat ibunya yang terkapar tak berdaya, kadang nafasnya tersenggal, kadang berhenti, kadang memuntahkan semua air dalam perutnya. Karena hanya air yang ada diperutnya.

Anak itu terlihat marah, saat menerima sebuah keadaan, mengingat-ingat apa yang terjadi selama ini, Semua tetangganya, hanya orang asing baginya, saat ia kelaparan dan hendak mencari pertolongan tak ada yang mau membantu, bahkan ada yang baik hati membantu, dengan memberikan sisa makanan anjing peliharaan, Saat ibunya terbaring lemah dan sangat perlu gizi, walaupun sepiring nasi. Tak ada satupun tetangga yang memberi nasi layak dimakan, semuanya hanya memberi nasi basi bersama belatung kecil, semakin terhina dan marah anak lelaki itu ketika ia ingat anak tetangga sempat-sempatnya mencuri sepeda peninggalan dari ayahnya, dan ia tak mampu merebut kembali sepeda yang sudah menjadi haknya, karena ancaman dari ayah sang pencuri.

Semakin marah, semakin muram, semakin benci, semakin dendam.
Anak itu berlari keluar gubuk, ia mencari kakek kaya itu, dan berniat merubah keputusannya.
“Hei…!! Aku mau bekerja untukmu… apakah masih ada kesempatan untukku?”
Kakek itu berpaling ke arah lelaki kecil itu, ia tersenyum bangga
“Bagaimana… kau sanggup melakukan itu semua?”
“Aku sanggup, tapi kau harus memindahkan ibuku ke rumah sakit, berilah obat yang bagus untuknya, belikan ibuku makanan yang penuh gizi. Berikan kami uang yang banyak. Dan akan aku bakar mereka semua”
“Hehehe… sabar nak…. Apa yang membuatmu begitu bergelora dalam emosi?”
“Kau benar, mereka bukan tetanggaku, mereka hanya orang asing bagiku dan ibuku, mereka tak pernah membantuku, bahkan mereka sering menghina kami”
“kasihan sekali kau nak… baiklah… kita pindahkan ibumu ke rumah sakit sekarang”
***
Lalu malam itu.. saat semua terlelap… Seorang anak lelaki yang telah mendapat segalanya dari sang iblis. Melangkah dengan pelan-pelan, lalu ia menyulut api, dan…. Semua  rumah yang semula ia anggap sebagai rumah tetangga, menyala berkobar, beberapa kepala keluar dari rumah dengan kobaran api yang menjadi-jadi. Teriakan-teriakan menggema, langit berubah menjadi berwarna, semakin ceria namun menderita.

Si anak lelaki hanya tersenyum sadis melihat tetangganya terbakar. Ia sudah memiliki kebahagiaan diatas ratusan derita tetangganya, Ia sudah tahu pasti ibunya makan enak setelah hangusnya tetangganya.
Si anak pulang… gembira ia…. Senyumnya bertebar diwajahnya. Namun apa yang ia lihat, begitu mengguncang hati. Mayat terbaring diatas ranjang rumah sakit, di kamar ibunya.
Ia bertanya dengan tertatih.. Siapa itu? Dalam hatinya…… Pasti bukan ibuku… ibuku sudah sehat karena aku sudah belikan obat untuknya…
Lalu kakek itu datang, dia menahan sedikit air mata, huh…. Bukankah iblis tak bisa menangis?… itu sebuah kepalsuan belaka.
“Nak.. ibumu telah meninggal…”
“……..” anak itu tak bisa berpikir lagi, ia berteriak teriak, matanya melotot keluar, ia kecewa… mengapa secepat itu ibunya mati, mengapa secepat itu ibunya pergi.
“Ini nak… bayaranmu…. Terimalah”

“Dasar iblis….. apa artinya uang bila ibuku mati…… apa???? Apa??? Hah!! Apa????”
“Kau bisa menikmati hidupmu sendirian tanpa ibumu…. Kau bisa menikmati dunia…. Tanpa merawat ibumu yang pesakitan itu….”
“Aku bunuh mereka semua~~~!!! Untuk ibuku~~~!!! Untuk kesehatannya…. Untuk kesejahteraannya…. Untuk membalas cintanya kepadaku….. “
“ups…. Maaf aku kira kau bisa melepaskan ibumu…. Aku membunuh ibumu karena dia terlalu merepotkanmu nantinya”
“……………” Semakin gila, semakin lantang teriaknya, semakin gila suasana. Dan iblis hanya berlalu dengan tertawa bangga. Ia menghancurkan semuanya dalam satu malam.

Beli Pizza atau Menolong Pengemis??


Masih… dan masih masalah makanan…
karena banyak dari kita yang melewatkan kesempatan memberikan makanan enak kepada orang-orang lain yang kesulitan membeli makanan (saya kira ga perlu lagi dijelaskan siapa itu orang-orangnya, karena semua temenku cerdas hihihi)
Suatu hari..di akhir bulan, anda hanya hanya punya uang 200.000
100.000 sudah dibelikan macam-macam kebutuhan keluarga
50.000 sudah dikeluarkan untuk memperbaiki genteng, karena habis terkena angin kencang.
Nah… sisa 50.000
Semua kebutuhan sudah terpenuhi, dan 2 hari lagi gajian,
Lalu anak-anak minta pizza “ma beliin pizza dong…. pengen ma….. ayo ma….” mereka merengek-rengek seperti itu.
Ya…. dibelikan saja hehehe kan masih ada 50.000
Tapi,,, ketika di perjalanan, anda melihat keluarga pengemis dijalan, menangis dibalik kaca. Entah bohongan atau benar tangisannya itu. Dia meminta sejumlah uang untuk makan anak-anaknya, karena sudah 5 hari tidak ada orang yang memberi uang untuk mereka, sudah tidak ada yang percaya dengan pengemis.
NAH LOH…….. apa yang anda lakukan?
apakah anda akan percaya dan membelikan keluarga pengemis itu makanan?
atau anda akan ikut-ikutan tidak percaya seperti kebanyakan orang?
lalu bagaimana anak-anak?
Bagaimana menyikapi tangisan minta pizza? hehehe
Lupakan kartu ATM, kartu KREDIT, heehehe karena dalam soal ini anda hanya punya uang 50.000 ^________^
Selamat menjawab soal ini di sela-sela waktu
By Ayuna Kusuma

Ultah tanpa pesta, Ultah penuh bahagia

Semua setuju kalau hari ulang tahun ..... atau hari kelahiran harus dirayakan,

walaupun merayakan itu harus membuang uang percuma untuk membelikan makanan dan diberikan kepada orang yang mampu membeli makanan sendiri.

Apa ga sia-sia tuh.....
lalu membeli kue tar dengan hiasan mewah, dan harga yang fantastic
apa ga sia-sia tuh.....
Coba kalau saat ulang tahun kita.... kita memang berkumpul dengan sahabat dan semua keluarga. tapi suguhannya hanya teh manis dan kue cucur. Lalu kita berembuk. mengumpulkan uang. yang nantinya disumbangkan kepada orang yang memerlukan.

Teh manis + kue cucur + keluarga +sahabat + bakti sosial = perayaan ulang tahun yang hebat dan melebihi standart

bayangkan seluruh keluarga kita yang berpunya... menyumbangkan sekiranya 100.000, berapakah yang sudah terkumpulkan?.... hehehe

Selamat ulang tahun. yang berulang tahun hari ini

Memulai kebaikan itu...

"Saya mulai duluan ya...

nanti kalian yang mengikuti"

Itulah inti dari mengajarkan kebaikan kepada banyak orang.

Lakukan, dan contohkan, lalu yang lainnya mengikuti.

tapi ingat, kepada yang menyebarkan contoh kebaikan,

jangan sekali-kali ada kebanggaan dalam diri. Itu bisa mengurangi timbangan hehehe

dan kebanggaan diri hanya sia-sia.
 
Layanan untuk Anda: x Cerita dari Kusuma | - | dari - | Lihat dalam Versi Seluler