- - - - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Stronger

"Best of 2014" week is the photography 



Apa yang membuatmu kuat? Raihlah 
Kuatkan dirimu untuk menjalani hidup. 
Karena hidup tak hanya untuk satu hari 
Hidup untuk selamanya. 
Meski di dunia kita hanya sebentar saja. 
Hidup tetap selamanya. 
Selanjutnya di Akhirat. 
Untuk itulah kuatkan dirimu. 
Terima apa yang ada untukmu 
Apa yang DIA berikan untukmu 
Tuntut dirimu untuk berbagi 
Tuntut dirimu untuk lebih banyak memberi. 
Karena yang DIA berikan padamu bukan untukmu semata. 

Raihlah banyak hati. 
Yang bisa menemanimu menjalani hidup
Jangan hancurkan hati mereka
Atau kau akan sendirian di jalanan senyap 
Tak ada yang kau tanyai tentang arah sebenarnya

Raihlah suka cita meski duka mengikutinya 
Jangan berharap dicintai, tapi cintai apa yang ada
Hiduplah dengan sempurna, meskipun retakan demi retakan itu terus muncul menghancurkan kesempurnaan. 
Jangan berhenti berharap, karena DIA mencintaimu setiap kali kau Berharap. 

Kisah Perjuangan Sarip Tambak Oso



Pada jaman dahulu kala, di saat penjajah belanda memporak porandakan bumi pertiwi, di kala mereka menguras habis kekayaan negeri  ini. Hiduplah seorang pria pemberani, bernama Sarip Tambak Oso. Nama kecilnya hanya Sarip. Ia tinggal bersama Ibunya yang sudah menjanda sejak lama. Ayahnya meninggal karena dibunuh oleh penjajah Belanda yang haus akan pajak tambak.
Ketika itu Sarip masih kecil, ia bermain di tambak sambil menemani ibunya yang bekerja menyisir ikan dan udang hasil budidaya, yang nantinya akan dijual di pasar Sedati Wetan. Namun pekerjaan ibu dan ayahnya hari itu terganjal oleh iringan penjajah belanda.

Seakan tahu tentang kelanjutan nasibnya, Ayah Sarip mengambil lemah abang atau tanah merah di dekat tambak, lalu menyuruh Sarip untuk memakannya.

“Makanlah Sarip… supaya kamu kuat, sembunyilah dengan ibumu, Ayah akan menghadapi mereka”  Sebelum rombongan penjajah belanda dan tuan tanah mendatangi ayah Sarip. Sarip dan Ibunya bergegas bersembunyi di balik semak belukar,  jauh dari pandangan. Dari balik balik semak belukar mereka berdua menyaksikan betapa kejamnya penjajah belanda menghajar ayah Sarip karena alasan belum membayar pajak.

Hari itu Ayah Sarip meninggal di tambak, dihabisi oleh para penjajah belanda dan tuan tanah, karena alasan yang begitu kejam, belum membayar pajak. Ibu Sarip memilih untuk kabur dari tempat tinggalnya. Lalu membangun rumah baru di dekat Sedati Wetan.

Sarip tumbuh sebagai anak yang pemberani, ia memang pria yang bertempramen kasar, namun ia sungguh peduli pada rakyat yang menderita karena kemiskinan kala itu. Banyak rakyat miskin yang terlantar dikarenakan penjajahan oleh Belanda sangatlah keji dan tak mengenal belas kasih.

Sarip seringkali mencuri di rumah penjajah belanda, atau bahkan di rumah tuan tanah, pribumi yang menjadi penghianat dengan bekerja sebagai antek belanda. Hasil curian yang diperoleh Sarip, tak lantas disimpan sendiri. Ia selalu membaginya kepada rakyat miskin yang ia temui.
Itulah sebabnya, Sarip Tambak Oso, dikenal sebagai perompak dan juga pejuang. Perompak yang ditunggu-tunggu kematiannya oleh penjajah belanda, dan pejuang yang dieluh-eluhkan oleh para rakyat miskin. Beberapa kali ia dikejar penjajah belanda, di bantai sampai mati.

Namun pada hari berikutnya, ia hidup kembali. Keesokan harinya para penjajah belanda geram, lalu mencari Sarip dan membunuhnya lagi. Berkali-kali tragedi ini terulang, Sarip meninggal di tangan belanda dan keesokan harinya ia hidup lagi.

Para penjajah belanda mulai marah, mereka menyediakan hadiah untuk orang yang bisa membunuh Sarip.  Suatu hari datanglah seorang pria yang dikenal sebagai paman Sarip dari ayahnya. Paman Sarip adalah seorang penghianat negeri, ia sering bekerja untuk penjajah Belanda, demi hasil yang tak seberapa banyak.

Tergiur oleh hadiah yang diiming-iming penjajah belanda, Paman sarip membongkar semua rahasia keponakannya. Kekuatan Sarip sebenarnya ada pada Ibunya. Selama ini Sarip hidup kembali karena sang ibu tak rela anaknya mati. Ibunya berteriak “Sarip! Jangan mati dulu! Ini bukan saatnya kamu mati! Belanda masih menjajah kita! Hancurkan mereka dulu! Baru kuijinkan kau mati!” dengan begitu mayat Sarip yang tercecer menyatu lagi, dan hidup kembali. Kata Paman Sarip dengan penuh percaya diri.

“Kita harus membunuh ibunya dulu Menir! Setelah itu habisi Sarip! Percayalah pada saya!” ujar Paman sarip setelah ia menerima imbalan dari penjajah belanda.

Keesokan harinya, saat sarip membagi hasil curiannya ke pasar-pasar. Gerombolan penjajah belanda menculik ibunya. Menganiaya tanpa belas kasihan, sampai ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.  Sarip merasa ada yang mengusik hatinya, sesaat ia mendengar jeritan ibunya.

“Anakku! Pergilah! Pergilah dari Desa ini! Atau Mereka akan membunuhmu! Saripp pergilah!” Bukannya pergi meninggalkan desa Sedati Wetan, Sarip malah pulang kerumahnya, dan menemukan jenazah ibunya ditengah-tengah para penjajah belanda.

“Kau apakan ibuku! Ibu!!!” Sarip berteriak menangis sekeras mungkin sambil menghampiri ibunya, namun timah panas yang meluncur dari selongsong senapan para penjajah belanda menembus dada Sarip. Hingga ia terkapar disamping ibunya.

Sarip Tambak Oso, meninggal dengan kedamaian di samping ibunya. Kisah Sarip masih menjadi legenda di Sidoarjo, ada beberapa anggapan bahwa kala itu Sarip belum mati, lalu Belanda menangkapnya, dan menghukumi sarip dengan dikubur hidup-hidup di dalam sumur lalu ditutup batu.

Sarip Tambak Oso adalah salah satu pejuang negeri ini, yang merelakan keselamatan dan nyawanya untuk masyarakat dan ibunya. Namun ia gugur karena penghianatan oleh keluarganya sendiri.

Bukan sekedar Peliharaan


 Menurut beberapa orang, Kucing bisa jinak karena mereka di beri makanan gratis. tempat tinggal bersih yang gratis, dan fasilitas lainnya yang gratis. Mereka bersikap baik kepada orang yang merawatnya karena ingin balas budi.

Namun menurutku. Mereka tak semodus itu.
Mereka tulus.
Ketika kita sudah menetapkan mereka sebagai teman kita.
Mereka akan melekat, tak ingin jauh.
Tak peduli ada makanan atau tidak yang kita berikan, mereka tetap melekat pada kita.
Ketika kita dirundung masalah, mereka seakan tahu bagaimana cara menghibur sahabat baiknya.
Ketika kita meninggalkannya, mereka pun tahu seperti apa menunjukkan rasa rindu ketika kita pulang menemui mereka.
Ketika sudah saatnya mereka meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Mereka akan menjauh dari kita, agar tak ada air mata saat kita melepaskan mereka pulang ke Surga.

\\






The Power of ENTAR.



Entar aja ya kita ngerjain tugasnya
Entar aja ya kerjanya
Entar aja ya mandinya
Entar aja ya pupnya
Entar aja ya bayar utangnya, bokek nih.


"ENTAR"

Apa aja yang diawali dengan kata "Entar" pasti bikin empet, sebel, dongkol dan perasaan ga enak lainnya. Bingung juga kenapa sih banyak orang yang suka bilang entar?. Entar juga terhubung dengan ketidak konsekuenan orang dalam memegang janjinya.

Baik janji pada diri sendiri, pada orang tua, pada pasangan, pada teman, bahkan pada orang yang baru kenal. Dan warning nih buat kamu yang punya temen suka bilang "Entar", semakin dia bilang entar, semakin dia ga bisa dipercaya.

Anyway. Kalau kamu yang suka bilang entar, itu berarti diri kamu sedang dalam bahaya besar. Kemalasan, ketidak konsekuenan, ketidakpedulian, sedang menyergapmu erat-erat. Kamu harus melawan dirimu untuk bilang entar. Kamu harus mengarahkan dirimu untuk melakukan apa saja yang diperlukan tepat pada waktunya. Jangan mengulur waktu, jangan ditahan-tahan karena alasan malas.

CUKUP SUDAH. NO WAY buat "ENTAR" mari perbaiki diri.


Momo My Lovely Cat


Bertahun-tahun menunggu momongan, tak datang jua.

Suatu malam, setelah perayaan pernikahan yang kedua tahun. Aku mendengar suara kucing kecil yang menjerit-jerit di tengah hujan. Aku melihat kucing hitam belang yang hampir saja di tabrak motor. Segera kupungut kucing mungil itu.

Tapi suara kucing kecil yang pilu masih bisa kudengar, suara itu bukan dari kucing belang hitam yang kugendong, Aku kembali menembus hujan, mencari dimanakah kucing yang sedang kedinginan itu. Dan di selokan sebelah rumah, kutemukan kucing berwarna emas meringkuk kedinginan.

Mulai malam itu. Kuputuskan untuk mengangkat mereka berdua sebagai anakku. Meme kucing betina belang hitam dan Momo kucing Jantan belang emas.

Waktu berlalu begitu cepat, mereka berdua kurawat seperti merawat anak sendiri, kuberikan makanan yang sehat, mainan agar mereka betah di rumah, kuajak ngobrol, dan mereka pun tumbuh sebagai kucing cerdas.

Ketika aku bilang Jangan. mereka sudah mengerti dan menghentikan ulah mereka.
Terkadang ketika aku ajak mereka bicara, bukannya diam, mereka juga ikut bicara hehe.

Tahun kedua. Meme terjangkit flu aneh, Ia menghilang, lalu meninggal. Mayatnya di temukan beberapa minggu di belakang rumah. Aku dan suamiku saat itu merasa begitu kehilangan.

Dan di Tahun kedelapan Momo, menyusul saudaranya Meme. Dengan sakit  yang sama. Delapan tahun Momo menjagaku, menemaniku, dia bukan kucing yang hanya datang untuk makan lalu pergi begitu saja.

Dia tahu bagaimana caranya menghibur.
Dia tahu bagaimana rasanya rindu padaku.
Hanya dia yang selalu menunggu kehadiranku dirumah.

Selamat Jalan Momo.
I love U


Terkadang kita lupa bagaimana caranya "Bersyukur"

Sosial media meraja hari, setiap jiwa yang melihatnya akan terpengaruh. Postingan tentang mobil baru, rumah baru, istri baru, suami baru, anak baru, makanan baru, bertebaran dimana-mana, tanpa kontrol.

Komen cacian, sanjungan bercampur aduk. Haters dan Lovers bersetubuh dalam sosial media, melahirkan jiwa-jiwa sekarat yang lupa bagaimana caranya bersyukur. Lupa bagaimana tenangnya menikmati apa yang ada.

Tentu setiap orang sudah tahu bagaimana caranya bersyukur. Hanya saja kita terlupakan oleh berikut ini : Fashion, Fun, Future Tech, Food, yang setiap hari selalu di update di sosial media.

Hentikan semuanya, rasa ingin yang terlalu berlebihan, syukuri apa saja yang kamu miliki. Karena ketika kamu berhenti bersyukur, bisa jadi kamu akan membenci dirimu sendiri, yang dinilai "kurang" di mata social media.


 
Layanan untuk Anda: x Cerita dari Kusuma | - | dari - | Lihat dalam Versi Seluler