- - - - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |
Tampilkan postingan dengan label Taehyung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taehyung. Tampilkan semua postingan

FF Oneshot : Are you really waiting me?


Oneshoot Fiction : Are you really waiting me?

"Sebelum/Sesudah membaca Fanfiction ini, budayakan share, Like, dan komentar. Terima kasih atas dukungannya"

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V and You

Genre : Randomly

***

Aku jenuh dengan semua rutinitasku, yang tak pernah bisa dihentikan, setiap hari aku harus pergi ke sekolah, siangnya aku harus pergi ke berbagai tempat untuk mengantarkan Kimbap untuk makan siang beberapa pekerja. Malamnya, aku hanya bisa tidur 3 jam, setelah itu aku harus kembali mengerjakan semua tugas, sekaligus pekerjaan sampingan sebagai editor sebuah majalah remaja di Seoul.

Terkadang, saat tengah malam aku sering tak tidur, waktu yang tersisah hanya 3 jam, dan itu cukup sedikit untuk tidur, aku lebih memilih berkeliling kompleks, hingga aku tertidur di taman mawar di taman dekat rumah, seperti biasa.

Malam ini, Ibu tak memasak, aku hanya sendirian di rumah, Ibu meninggalkan sepuluh ribu won diatas lemari es, dengan catatan "belilah makanan di luar, ibu pulang besok pagi, nenekmu minta di temani seharian"

Aku tahu pasti, ketika ibu mengatakan besok, berarti belum pasti besok ia akan pulang. Kurapikan semua pekerjaanku malam ini, lalu dengan jaket dan payung segera kunikmati jalan-jalan malam hari. Seperti biasa.

Malam ini, aku ingin sekali makan sosis balut keju yang dijual di kompleks perumahan sebelah. Kulangkahkan kakiku, berjalan mengitari rumah-rumah yang sudah mulai dimatikan lampunya. Tentu saja mereka sudah mulai tidur, jarum jam di jamtanganku, menunjukkan pukul 10 malam.

Segera kupercepat langkah kakiku, karena perutku yang kelaparan ini tak bisa diajak kompromi lagi. Ditengah jalan, ada seorang pria yang tergeletak ditengah jalan.

Kuhentikan langkahku, pria itu sepertinya tertidur di tengah jalan, atau, ia salah satu korban tabrak lari?, tapi tubuh dan wajahnya sama sekali tak ada luka yang serius.

"Hei..." kataku sambil menggerakkan tangannya. Pria itu tak bergerak sama sekali, kulihat rambutnya yang berwarna pink campur pirang, wajahnya yang berbentuk v sempurna, bibirnya yang seksi, ah... apakah pria ini sedang mabuk?

"Hei...." kucoba lagi menggerakkan bibirnya yang seksi dengan ranting kecil yang kuambil dari pinggir jalan. bibirnya yang tampak lembut tak bergerak sama sekali. Aku takut ia sudah menjadi mayat, dengan penuh rasa takut, akupun menunduk dan melihat apakah ia masih bernafas atau tidak. Leganya perasaanku, ketika kulihat dadanya yang bidang bergerak turun naik.

"hmmmppptt... Hei...Bangun... Kau siapa?" kataku sambil menggerakkan, rambutnya dengan ranting, lalu kumainkan pipinya yang terlihat lembut.

"Hei.... nanti ada mobil yang lewat... kau bisa mati... kajja bangun... apa kau perlu bantuan?" tanyaku lagi dengan nada yang lebih keras.

Pria itu pun membuka matanya yang indah, ia menatapku, detak jantungku tiba-tiba menjadi tak beraturan, tatapannya yang sinis membuatku salah tingkah, keringat tiba-tiba mengucur di dahiku.

"Bisakah kau tak mengganggu orang tidur?" tanya pria itu dengan suaranya yang sungguh istimewa. Baru kali ini aku mendengar pria yang memiliki suara gentle.

"Ah.... Hmmm..." Gumamku, aku tak tahu apa yang bisa kukatakan padanya, dan aku tak berani mengatakan apapun pada pria istimewa yang ada didepanku.

"Aku hanya mencoba tidur di jalan... tak akan ada mobil yang lewat... ini sudah pukul sepuluh lebih, semua jalan ke kompleks ini sudah di tutup. Tak ada mobil yang bisa keluar masuk.."

"hmmm.... " gumamku.

"Apa kau ingin duduk disitu sambil melihatku tidur?..." sindir pria itu, aku langsung berdiri dan membersihkan kaosku yang berdebu.

"Mianhae... mengganggu tidurmu..."

"Aku tidak ingin memaafkanmu begitu saja... Kenalkan..aku Kim Taehyung... aku baru pindah malam ini, kau bisa lihat rumah kecil di atas apartemen itu... itu rumahku..... tolong!!" katanya sambil mengulurkan tangannya padaku. Akupun menariknya hingga ia berdiri tepat di depanku.

"hmmm...."

"Ahhhh!!... rupanya... tidur di jalan kompleks ini lumayan..." kata Taehyung sambil membersihkan punggungnya dari debu.

"Lumayan?"

"Ya... Lumayan menyakitkan hahahahahahahaha" Ia pun tertawa dan memperlihatkan giginya yang tertata rapi padaku.

"Hehe... tentu saja... senang berkenalan denganmu..." kataku sambil berlalu darinya.

Berjalan sebentar mengitari blok, tak kusangka ternyata Taehyung mengikutiku dari belakang.

"Kau mengikutiku?" tanyaku sambil menunggu Taehyung.

"Tentu saja... hobiku jalan-jalan di malam hari... kau masih punya hutang denganku... membangunkan orang tidur adalah kesalahan yang tak bisa dimaafkan... tapi aku akan memaafkanmu kalau kau mau menemaniku jalan-jalan" kata Taehyung mendahuluiku

"Tapi aku harus beli makan malam dulu... bagaimana?"

"Oh!!! Benar-benar sebuah kebetulan... aku juga belum makan malam... Kajja... kita berangkat..." kata Taehyung sambil memimpin lebih dulu.

"Mianhae... tapi kau salah... bukan belok kiri... tapi belok kanan!" teriakku,

"Oh... hahahahahahahahaha" Taehyung pun tertawa lagi, memperlihatkan giginya yang manis padaku.

***

Malam itu, kami menikmati okonomiyaki bersaama, lalu berjalan sampai tengah malam. Banyak yang kami ceritakan, Taehyung banyak menceritakan tentang keluarganya, ia hanya tinggal dengan kakeknya semenjak kecil, Orangtuanya yang tinggal di Jepang, telah menitipkan Taehyung pada kakeknya, dengan alasan tak ingin direpotkan. Taehyung terlihat begitu kesepian dan hanya ada satu keinginan dalam benaknya. Ia ingin bertemu dengan kedua orang tuanya di Jepang.

Malam itu, menjadi permulaan pertemanan kami. Setiap malam aku selalu menunggu Taehyung di seberang apartement, tepat pukul 10 malam, aku selalu tidur di jalan kompleks, merasakan dinginnya malam, dan menatap indahnya bintang gemintang.

Terkadang Taehyung yang menungguku, ketika tugasku belum selesai juga, aku terpaksa datang pada pukul 12 malam. Taehyung tetap tidur di jalan kompleks, hingga suatu hari ia terserang flu karena kebiasaannya itu.

***

Malam ini, tugas sekolah dan kantor sudah kukerjakan dengan cepat, aku ingin mengatakan kalau bulan depan aku akan kuliah di tempat Taehyung, dan kita bisa bertemu di pagi hari, bukan hanya ditengah malam.

Dengan jaket dan sepatu boots, aku berlari menuju jalan kompleks tempat dimana Taehyung menghabiskan malamnya. Tepat sekali, pria istimewa yang sudah menjadi teman baruku itu masih tak lelah tidur di tengah jalan kompleks.

"Taehyung!!! Hehehehe" kataku sambil tidur di sebelahnya,

"Heehehehehehe... sudah makan? Aku membawakan kimbap... berjaga-jaga kalau kau belum makan" kata Taehyung sambil menaruh kotak yang hangat diatas perutku.

"Gomawoyoo...hehehee"

"Hummm hehehe....Bagaimana hari mu?"

"Menyenangkan... ah... Taehyung... aku punya kabar baik untukmu..."

"Aku juga punya kabar baik untukmu..." kata V sambil melirikku.

"Aku diterima di kampusmu... hehehehehe... setiap hari kita bisa bertemu Taehyung.... apa kau senang??"

"Ahmm.... Aku senang akhirnya kau bisa diterima di kampusku... Selamat.... hehehehehe"

"Apa kabar baik darimu Taehyung... cepat katakan padaku...."

"Tidak... itu bukan berita baik..." kata Taehyung tiba-tiba membuat suasana menjadi aneh, ia memandangi langit dengan penuh makna.

"Ada apa Taehyung? Apa ada masalah denganku? atau dirmu?"

"Ibu dan Ayahku...menyuruhku dan kakek untuk pindah ke Jepang, mereka mengatakan kalau sudah mendapatkan rumah yang lebih besar untuk kami berempat. dan Ayahku sudah menjadi komisaris di sebuah perusahaan, Ibuku sudah menjadi koki utama di sebuah hotel... penghasilan mereka sudah lumayan besar... maka dari itu... mereka menyuruhku pindah... Mereka sudah menyiapkan semuanya ternyata..."

"Lalu...."

"Besok pagi... aku harus pindah... ke Jepang... tapi setidaknya aku masih pindah ke Jepang, kita bisa saling berhubungan melalui telephone atau email, atau chat... iya kan?"

"Tapi... aku sudah berhasil masuk ke kampusmu Taehyung... bagaimana denganku?" tanyaku, tak terasa airmataku mengalir begitu deras, dadaku yang sesak menuntutku untuk menangis melepaskan semua rasa khawatir.

"Kau bisa mencari teman yang lain kan? ghehehehehe... yang lebih gila dariku... bagaimana?"

"Tidak akan sama... Taehyung... tidak akan sama...." kataku mulai histeris.

"Ada temanku yang suka tidur di tengah jalan seperti ku... nanti kukenalkan kau dengannya.... bagaimana?"

"Taehyung......Babo.... semua tak akan sama... apa kau tak bisa mengerti hal itu??"

"Sudah... hapus airmatamu... kalau ibumu tahu... aku bisa terkena masalah..." Kata Taehyung sambil menyeka airmataku, lalu mencubit pipiku. "Aku juga tahu semuanya tak akan pernah sama... akupun bingung saat ini... bagaimana aku bisa hidup tanpamu... teman yang selama ini memenuhi pikiranku..."

Kupikirkan lagi, Taehyung sudah lama menunggu saat-saat ini, bisa berkumpul dengan ibu dan ayahnya di Jepang. Aku tak bisa melarangnya begitu saja, mereka terlalu berharga dibanding dengan diriku.

"Taehyung...."

"Hmmm...."

"Pergilah... aku akan menunggumu... disini... asal suatu hari nanti... kau kembali untukku... kita tidur lagi di tengah jalan seperti ini... kita menikmati bintang seperti ini lagi... dan jalan-jalan di tengah malam lagi... dan kau harus berjanji... walaupun banyak gadis yang kau temui... ingatlah aku... arrasseo?"

"Kau yakin mau menungguku?" tanya Taehyung penuh keseriusan.

"Aku yakin bisa melakukannya..."

"Baiklah... kau boleh menungguku... tapi jangan pernah menangisiku... aku akan tinggal di jepang selama 4 tahun... Selama itu... kau harus menungguku... bagaimana? kau masih mau menungguku?"

"Aku akan menunggumu... sampai kau kembali kepadaku" kami pun saling bertatapan, Taehyung kembali memperlihatkan giginya yang indah.

"Hehehehehehe.... kau memang gadis yang pemberani... mau menunggu pria yang tak jelas sepertiku..." kata Taehyung lagi-lagi sambil mencubit pipiku.

"Untuk Taehyung... aku akan menunggu... walaupun hal itu sungguh menyebalkan..." kataku sambil mempermainkan bintang yang ada di hadapanku. Langit begitu indah dimalam yang menyakitkan yang seperti ini.

"Dan... untuk gadis yang selama ini memenuhi pikiranku... untuk gadis yang mau menungguku sampai aku kembali padanya... Aku berjanji... tak akan pernah membiarkan siapapun merebut tempatmu di pikiranku dan hatiku... Gomawoyo...nan jeongmal salang haeyo" gumam Taehyung sambil mencium pipiku yang semakin memerah dibuatnya.

The end

Fanfiction Cause I'm V Part 1 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 1

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.

***


"Apakah kau tahu, walaupun aku sudah sepuluh tahun berpisah denganmu, dan kini menemukan pria yang hanya ingin mencintaiku. Jauh di dalam lubuk hatiku masih mencintaimu. Jangan pernah marah padaku, kalau aku akan tetap mengikutimu sebisaku. Jangan marah padaku, kalau aku tetap mencintaimu, pria cinta pertamaku yang gila" seorang pria membaca secarik kertas dengan begitu lantang. Lalu ia melebarkan lengannya, membiarkan secarik kertas yang begitu membuatnya bahagia terbang dihempas angin malam.

"Hahahahaha........ aku tak pernah salah... Kau memang mencintaiku selamanya... ARMY!!!!!! Akupun begituuuuuuuuuu!! Sudah ku kira... saat kita bertemu di tengah jalan itu... kau sudah mencintaiku Army... Hash.... bagaimana bisa aku melepaskanmu saat itu..." Pria berambut pirang yang berwajah penggembira itu langsung meloncat ke trotoar. Melanjutkan perjalanan pulang.

Gurrkkk...

"Ouch... aku lapar... hmmm... tenanglah perutku... karena malam ini aku sedang bahagia... aku akan mengisimu dengan tiga porsi makanan hehehehehehe geujjangjjang..!"

***

Di tengah malam yang sunyi, hampir pukul setengah dua pagi, seorang wanita mengemasi food trucknya, memasukkan beberapa kursi, bangku, kotak makanan dan berbagai peralatan untuk memasak. Wanita itu bekerja sendirian ditengah malam.

Beberapa kali gadis itu melihat di ilalang menjulang tinggi, yang tertata rapi di seberang jalan. Ilalang itu beberapa kali bergerak, membuat wanita pemilik food truck sedikit khawatir.

Ia membuka handphonenya, lalu menunggu seorang mengangkat panggilannya.

"EONNIEEE!!!!!!! CEPAT BANTU AKU!!!!!! PALLIWAAAAA....." Wanita pemilik food truck itu meneruskan pekerjaannya sambil mengobrol dengan kakaknya via handphone.

"MWOO!! yaaa... JUGULEE!!... Aku sudah bekerja seharian... sekarang kau tak mau membantuku?? Arra... Arraseo... kemarin kau sdah bekerja... sekarang giliranku... hajiman... Eonnie... sepertinya ada yang mengawasiku dari tadi... kajja... eonnie... datanglah ke sini... bantulah aku... YAAAA!!! YAAAAAA EONNIE!!!" sambungan jaringan pun terputus, wanita itu tampak sebal, ia melemparkan handphonenya di jok supir. Lalu melanjutkan pekerjaannya.

"AIGOOYA!!" Betapa terkejutnya ia, ada seorang pria berambut pink, memakai jaket dan baju serba hitam yang duduk di kursi pengunjung. Pria itu tampak sadis, tapi setelah ia tersenyum dan menunjukkan barisan gigi-giginya, wanita pemilik food truck menjadi tak seberapa takut menghadapi orang asing itu.

"Annyeong... Ahjumma..." kata pria asing sambil mempertahankan senyumannya yang mulai aneh.

"Ye... Annyeonghaseyo... maaf makananku sudah habis semua..."

"Jeongmal??" pria asing itu wajahnya langsung berubah, ia seperti menangis, wajah menunduk dan tangannya menutup wajahnya. lalu terdengar suara lirih "huks... huks... padahal aku dua hari ini belum makan... padahal malam ini aku ingin makan besar... padahal... malam ini baru saja aku mendapat bayaran..."

"Ah..!!... mianhae... jangan menangis..." kata Wanita pemilik truck sambil mencoba mendekati pria asing itu.

"HEHEHEHE!!!" sang wanita pemilik truck meloncat kebelakang karena terlalu terkejut melihat pria yang tadinya menangis kini tersenyum memajang gigi seperti tadi. "hehehehe... aku tak menangis... tapi Ahjumma... aku memang sedang kelaparan... bisakah kau buatkan aku mie dingin? jjajjangmyeon? atau apa saja yang kau punya..."

"Eh.... Aigoo...." gumam pemilik food truck. "Arraseo... akan kubuatkan seporsi bibimbap untukmu"

"ANDWAE!!!" sang pria asing, kembali berteriak, membuat wanita pemilik food truck kembali meloncat karena terkejut.

"Ya.... aku didepanmu... kalau ingin mengatakan sesuatu langsung jangan berteriak ARRA!!!"

"Hmmmm hehehee... Ahjumma... buatkan aku 2 porsi... hmmm andwae... buatkan aku 3 porsi..."

"Jeongmal?? kau bisa menghabiskannya?" tanya pemilik food truck

"Jeongmallo... V bisa memakan yang lebih banyak dibanding 3 porsi bibimbap hehehehe" pria asing yang bernama V, tetap melanjutkan senyumannya yang manis.

"Oh? V?" tanya pemilik food truck sambil membuatkan bibimbap.

"Ah... kita belum berkenalan Ahjumma... kenalkan Aku V dan kau?" tanya V, kali ini ia tertarik untuk memainkan sumpit dan sendok yang tertata di kardus, di hadapannya.

"Army... itu namaku" V langsung menghentikan permainannya, ia meloncat mendekati gadis pemilik food truck yang juga bernama Army.

"Kau Army? Army Jung, yang bertemu denganku di tengah jalan kompleks perumahan di malam sepuluh tahun yang lalu?" tanya V sambil memandangi wajah Army lekat-lekat.

"Eeeeh??" Army pun menghindar sejauhnya dari pandangan V. "Bisakah tak memandangku seperti itu?"

"Kau Army? Yang pernah mencintaiku?" tanya V begitu antusias.

"Hahahahahaha AIGOOYA...!!! Benar rupanya... Kau pria Gila Eoh?? Ya... kita baru saja bertemu lima menit yang lalu... tapi kau sudah membahas tentang cinta hahahaha.... Ya... Jjamkanmanyo... hummm..." Army berlari ke jok supir, ia membuka smartphonenya dan menunggu panggilan tersambung.

Sedangkan V, masih tetap pada posisi semula, seakan mematung, ia tak melepaskan pandangannya pada Army, gadis pemilik food truck.

"Ahjussi... Hummm... Aku melaporkan ada orang gila yang meng..." tak banyak bicara, V berlari menuju Army, dilemparkannya smartphone milik Army hingga remuk berkeping-keping, terhempas aspal.

"YAAAA!!! KAU GILA EOH!!! Yaaaaa... hak hak.... Smartphoneku yang baru.... hak hak... bagaimana ini??"

V menghempaskan tubuh Army ke truck, hingga wajah mereka berdua begitu dekat kali ini.

"Army... KATAKAN PADAKU!!! Apakah kau Army yang sama dengan Army yang mencintaiku sepuluh tahun yang lalu? Apakah ini dirimu ?"

"Andwae.... AKU TAK KENAL DENGANMU!!!! LEPASKAN AK!!!" Teriak Army tak berpengaruh, V mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir Army dengan pelan. Setelah melakukan itu, V melepaskan tangannya, membiarkan Army gadis pemilik food truck terheran-heran dengan tingkah laku konsumen barunya.

"Ternyata kau bukan dia... mianhae..... buatkan aku bibimbap..." gumam V, sambil berlalu meninggalkan Army yang marahnya mulai memuncak.

Refleks Army mengambil smartphonenya yang telah rusak, lalu melemparkannya ke arah V, hingga mengenai kepalanya.

PLAAAKk!!! smartphone milik Army berhasil mengenai kepala V, tapi pria itu tetap berjalan ke meja makannya, walaupun darah mengucur dari kepalanya, ia tetap berjalan, lalu duduk, memainkan sumpit dengan wajah datar.

"HEI!!! V!!! ORANG GILA!! PABOGATEUN!!!" Army berlari mendekati V yang terdiam sambil memainkan sumpitnya. "KAU SUDAH LANCANG MENGHANCURKAN SMARTPHONEKU!! Dan Kau sudah LANCANG SEKALI MENCIUMKU!!! EOH!!!! Kau harus mengganti SMARTPHONE ku !!! kau harus mengganti dengan tipe yang sama!!! Dan karena kau sudah menciumku!!!! Kau... hmmm... Kau!!! aku akan memikirkan hukuman untukmu!!! CEPAT!!! GANTI SMARTPHONEKU!!! Kalau tidak!!! Aku tak bisa kembali ke rumah... Eonniku akan marah padaku... V... CEPAT!!!!" Bentak Army sambil mengguncang-guncang lengan V sekeras mungkin, tapi pria itu tak berubah, wajahnya tetap datar.

"Mungkinkah... kau memang orang gila?? AHSSSS!!!! ANDWAEEEE!!! Smartphoneku...? bagaimana ini....?? Huks huks!!" Army pun menangisi nasibnya sendiri di depan V.

"Army... kau memang pembohong...." gumam V, Army menengadahkan wajahnya dan ia pun tertegun setelah melihat tetes demi tetes air mata mulai membasahi wajah V yang datar.

Army pemilik food truck diam saja menyimak apa yang nantinya akan dikatakan orang gila yang duduk di hadapannya.

"Army... bagaimana bisa aku berpikir kau akan kembali padaku... sesungguhnya... kau memang tak akan bisa kembali untukku..."

"Hei... pria gila... V... atau siapapun namamu... bisakah kau mengganti Smartphoneku?? hmmm... JANGAN PIKIRKAN MASALAHMU SAJA EOH!!!!!!!!! YAK!!!!!" Bentak Army.

"hmm... mianhae... aku akan menggantinya malam ini... tapi setelah kau buatkan aku tiga porsi bibimbap..." V membuka dompetnya, lalu memberikan uang ratusan ribu won pada Army. "Aku bayar setengah harganya dulu... setelah kau buatkan bibimbap... aku akan membelikanmu smartphone yang baru..."

Terulas senyum di wajah Army, sambil menghitung ia menyalakan kompor yang letaknya tak jauh dari tempat duduknya dengan V.

"Kalau begini... aku bisa tenang... Arraseo... aku maafkan kesalahanmu yang pertama... tapi kau masih punya kesalahan yang kedua... aku belum tahu bagaimana caraku menghukummu... jjamkanman... aku buatkan bibimbap untukmu..."

"mianhae... telah lancang menciummu... tapi aku tahu kau bukan dia... karena bibirmu lebih hangat darinya...aku tahu itu... Army... bangunkan aku kalau bibimbapmu sudah matang... hummm... " V menghempaskan kepalanya yang berlumuran darah ke meja.

Merasa bersalah, Army menghampiri V yang secepat kilat tidur dengan hanya menyandarkan kepalanya diatas meja. Pelan-pelan Army menyeka darah yang keluar dari luka di kepala V.

"Mianhae... aku memukulmu sekeras ini..." gumam Army, tapi V masih terlalu lelap untuk bangun dan mendengarkan ucapan Army.

"Apakah gadis yang bernama Army, yang membuatmu segila ini, begitu cantik? hmmmm kasihan sekali... orang-orang sepertimu... yang terluka karena cinta.... V.... apakah cinta selalu membuat orang menjadi gila?... kalau begitu... mengapa dulu kau bisa jatuh cinta padanya eoh??" suara Army yang lama kelamaan meninggi rupanya mengganggu tidur V.

Pria itu menyambar tangan Army, lalu dijauhkannya dari kepalanya.

"Bisakah kau membuatkan bibimbap untukku? Lakukan itu saja untukku... kalau kau merasa iba... kumohon... aku sedang kelaparan saat ini..."

Guuuurrkk.... to be continue

Fanfiction Cause I'm V Part 2 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 2

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.



"V.... aku disini....humm... aku akan kembali...datanglah padaku V..." seorang gadis yang menggunakan jaket pink, sedang tidur di kursi pesawat, tiba-tiba mengigau, mengejutkan pria yang duduk di sampingnya.

"Aku disini....." gumam pria yang memakai hoodie putih, pria dengan rambut hitam kelam, mata yang setajam elang dan wajah yang terlalu tampan untuk diremehkan.

"V... jangan tinggalkan aku..." Gadis berjaket pink itu langsung memeluk lengan pria tampan yang duduk disampingnya.

"Aku akan tetap disini... Army...." merasa risih dengan belaian tangan pria yang disampingnya, Gadis yang bernama Army terbangun seketika, cepat-cepat dilepaskannya tangannya dari lengan pria tampan yang ada disampingnya.

"Mianhae... hmmm" gumam Army sambil membenarkan letak rambutnya "Apakah aku mengigau yang sama seperti kemarin?"

"Humm... sama... kau mengigau tentang V... dan aku terpaksa menganggap diriku V..."

"jeongmal mianhae... Jungkook... kalau aku seperti itu lagi... lebih baik kau bangunkan aku secepatnya..."

"Anniya... aku tak mau membangunkan tunanganku yang sedang tertidur nyenyak... sudahlah Army... itu bukan masalah lagi bagiku... aku sudah sering mendengarmu mengigau seperti itu di rumah ayahmu..." Jungkook mengacak rambut Army yang pendek.

"Hehe....mianhae... tetap saja aku merasa bersalah padamu..."

"Hmmm... sebenarnya sudah lama ingin kutanyakan..."

"tentang apa?" tanya Army sambil membuka majalah bisnis yang tersedia di depannya.

"Siapa V? Hingga setiap kali kau tidur... kau selalu memimpikannya? Apakah ia lebih tampan dariku?" tanya Jungkook, Army menjatuhkan majalahnya, entah terkejut dengan pertanyaan Jungkook, atau ketakutan dengan kenyataan pahit yang harus diceritakannya.

"Jangan khawatir... siapapun yang bernama V... Aku akan menerimanya sebagai masa lalu..."

"ah.... sepertinya pramugari membawa kue... kau mau? aku akan ambilkan satu untukmu... tadi kan kau belum makan..." Army mengalihkan perhatian Jungkook, ia bangkit dan mencoba memanggil pramugari.

Tapi Jungkook menariknya dan menyuruhnya kembali menjawab pertanyaannya.

"Jawablah... Army... Atau kau akan mengecewakan aku..."

"Berjanjilah... kau tak akan tertawa..."

"Aku berjanji... " kata Jungkook sambil memperlihatkan jari kelingkingnya.

"Berjanjilah kau tak akan marah padaku?" tanya Army, kali ini ia menyambut jari kelingking Jungkook dengan jari kelingkingnya.

"Aku berjanji..."

"Arraseo... aku akan menceritakannya..."

"Eisss... Jjamkanman...." Jungkook mengambil bantal lalu disandarkannya ke kursinya, dan ia menyandarkan kepalanya, menghadap Army, sebuah senyuman memulai cerita Army.

"Ceritakanlah padaku Army... agar aku tak lagi cemburu dengan mimpimu..."

"Mianhae..." gumam Army merasa bersalah.

"Gwechana... ceritakanlah..." balas Jungkook sambil membelai rambut Army.

"Sepuluh tahun yang lalu, ketika aku masih berusia 18 tahun... aku bertemu dengan seorang pria, ia suka tidur di tengah jalan pada waktu malam hari... entah apa alasannya tidur di jalan... aku sudah lupa... dari pertama kali bertemu kurasa ia orang gila... tapi dua kali bertemu dengannya... tiga kali... berkali-kali... aku mulai jatuh cinta dengannya... tapi Keluarganya mengajak pria itu pindah ke Jepang...Akhirnya kami berpisah... V... nama pria itu... Ia berjanji padaku akan kembali setelah menempuh sekolah di Jepang selama 4 tahun... tapi nyatanya sampai 6 tahun ia tak kembali padaku... ia tak kembali ke Korea... Lalu... ketika keluargaku mendapatkan masalah... Ibu bertemu dengan Ayah tiriku yang sekarang... Ia akhirnya menikah dan mengajakku pindah ke Jepang... kurasa itu kesempatanku mencari V... tapi aku tak pernah menemukannya.."

"Kau masih mencintainya?" tanya Jungkook sambil menatap tunangannya lekat-lekat.

"A....andwae...."

"Ketika kau mencari V... kau menemukanku? begitu?"

"Andwae.... bukan seperti itu... mianhae... Jungkook... jangan marah padaku..."

"Huh... aku tak bisa marah padamu... sebelum kita menikah... sebelum kau tak bisa sebebas ini... katakanlah padaku... apakah kau mencintai V ? apakah kau masih berharap bisa bertemu dengannya sekarang?"

Army hanya mengangguk lesu.

"Teriakkan namanya sekarang... dengan begitu berharaplah dia mendengarnya" kata Jungkook begitu antusias.

"Wae Jungkook? kau tak marah atau cemburu padaku?"

"Sejak awal aku merasa kau memang tak serius mencintaiku... kajja... teriakkan namanya... aku lega kau menceritakan hal ini padaku..."

"Jungkook...." gumam Army sambil menundukkan kepalanya.

"Yaaaaaaa... ulji mal-ayo... teriakkan namanya sekarang..." kata Jungkook. sambil menengadahkan wajah Army dan menghapus airmata tunangannya.

"Jungkook... kau yakin?" tanya Army kurang percaya diri.

"Sangat Yakin... caranya... pejamkan matamu... pikirkan orang yang kau cintai... lalu teriakkan namanya...."

"Hummm arraseo..."

"Hana..." mendengar aba-aba Jungkook, Army memejamkan matanya.

"Deul...Siet!!"

"JUNGKOOOOOOOOOOK!!!!!!!!!!!!" Teriak Army, membuat beberapa penumpang pesawat yang tidur nyenyak tersentak bangun, beberapa pramugari yang berjalan di lorong pesawat ada yang meloncat karena terkejut.

"Heehehee... mengapa kau teriakkan namaku?" tanya Jungkook penasaran, ia menutup wajah Army dengan selimut, karena ada pramugari yang mencari siapa yang tengah malam berteriak seenaknya.

"Karena saat ini yang kucintai adalah kau Jungkook... V... masa lalu bagiku... ia tak akan bisa kutemukan... beberapa suratku... enam tahun yang lalu... tak pernah ia balas..."

"Hmmm... gomawo... sekarang tidurlah... aku tak akan pernah cemburu lagi pada mimpimu... setidaknya kau bisa bertemu dengan V dalam mimpimu..."

***

"ARMYYYYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!" V bangun dan berteriak, matanya membelalak seperti ingin marah.

Army gadis pemilik food truck meloncat terkejut karena teriakan V yang menggema ditengah malam.

"YAAA!!! Kau berteriak sekali lagi!! Kulempar loyang ini ke mulutmu!!" ancam Army sambil memperlihatkan daging giling yang sudah dimasaknya menjadi bibimbap.

"Huuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaamm.... Mianhae... apa bibimbapku sudah matang?" tanya V sambil berjalan mendekati Army yang sedang menata bibimbap secantik mungkin.

"Sebentar lagi..."

"Aigooo... tak perlu secantik itu kau menatanya... Sudahlah... tuangkan daging itu di atas ini... aku akan memakannya sekarang... perutku sudah berteriak 'AKU LAPAR AKU TERSIKSA' hmmm gomawo..." V berceloteh sambil membawa bibimbap tiga porsi ke mejanya.

Tak menunggu lama, ia langsung melahap nasi yang dicampur dengan berbagai bumbu. Army hanya duduk dihadapannya sambil melihat V yang tak henti-hentinya memasukkan luapan demi luapan.

"Kau memang kelaparan..." gumam Army tak percaya.

"Humm..mamammmmamammm" V bicara sesuatu tapi tak terdengar jelas, makanan di mulutnya membuat ia susah untuk di pahami.

"Sudahlah... makan saja... nanti saja bicaranya... Oh... jangan lupa... sebelum kau pulang... kau harus mengantarkan aku ke mall di depan... untuk membelikanku smartphone yang baru!!... arraseo??"

"hmmm ah.... Sekarang sudah larut... Nona... mall juga sudah tutup... besok saja akan kubelikan...."

"ANDWAE!!! Aku tak akan melepaskanmu.... aku juga tak bisa pulang, kalau mereka sampai tahu smartphone hadiah ulang tahunku rusak... mereka akan memberikan hukuman terberat buatku... hmmm... setidaknya mengertilah sedikit tentang keadaanku... lagipula namaku dan nama kekasihmu sama.... hummm..."

"Lalu bagaimana? euhmmm...apa aku harus mendobrak mall lalu menyuruh mereka membuka tokonya di tengah malam begini eoh!! Kau ada-ada saja... HAAAMmmmmm" V melanjutkan makannya, sedangkan Army melanjutkan memikirkan apa tindakan yang harusnya ia ambil.

"Okey... begini saja... aku ikut denganmu... kau mau pulang ke rumahmu... Arraseo... tak masalah... asal aku harus bersamamu... handphone itu mahal harganya hampir 1 juta won... kau tak boleh lepas dari tanganku..."

"fuuuhh.... kau lebih kejam dari Army yang ada dalam mimpiku..."

"Yaaaaa..!! Tidak masalah...!! Setelah kau membelikan smartphone yang sama seperti yang kau rusak... ARMY YANG KEJAM ini!! Akan hilang dari hidupmu!!! ARRASEOOOOO!!!"

to be continue

Fanfiction Cause I'm V Part 3 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 3

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.




Army terlihat sibuk membereskan food trucknya, membersihkan peralatan masak dan mulai mengunci food truck dengan double alarm. Sementara V sibuk menghabiskan bibimbapnya yang ketiga. Keringat mengucur dari wajahnya membersihkan darah yang sebelumnya menempel di sekitar lehernya.

"Huuufff.... huuff.... Nona... kau memberiku racun ya? bagaimana bisa bibimbap sepedas ini...?? huufff huuufff..." keluh V sambil mengipasi bibirnya yang memerah.

"Salah sendiri tak bilang padaku... mau pedas atau tidak... hehe.. lagi pula itu salah satu hukuman untukmu..." Army nampaknya senang melihat V yang sedang tersiksa, tapi walaupun mengeluh porsi ketiga bibimbap ia habiskan juga. "Hei... pria gila... apa kau selalu makan dengan porsi sebanyak ini?" tanya Army.

V menghempaskan sendok dan sumpitnya, ia menatap wajah Army dengan tatapan sebal.

"Vi e... Namaku V... !! Bukan pria Gila" V mengkomplain tentang namanya dengan wajah datar yang sama sekali tak menakutkan. Army tertawa kecil melihat reaksi V yang lain dari pria normal biasanya.

"Heh! Salah sendiri... kau memanggilku Nona... Namaku... ARMY!!"

"Kau tak pantas menyandang nama itu!" V melemparkan kartu ATMnya

"Waeeeeee??" Army tampak tak terima dengan perkataan V.

"Itu ATM ku... ambillah uang punyaku 800.000 won lalu pulanglah... jangan mengikutiku keluargamu akan cemas kalau kau tak pulang nanti..."

"Sebentar... kau harus menjawab dulu... mengapa aku tak pantas memiliki nama itu?? HAH!!"

"Kau.... berbeda dari dirinya..." gumam V, ia merebahkan kepalanya lagi diantara mangkuk kosong. Army rupanya geram dengan penilaian V., Ia menyambar ATM milik pria yang baru malam itu ditemuinya.

"Berapa nomor pin atmnya??" Bentak Army dengan suara lantang

"balik atmnya... kau akan tahu..."

"Kau tak takut kalau aku mengambil semua uangmu??"

"Ambil saja semua uangku... di tabunganku hanya ada 800.000 won, itupun kukumpulkan untuk membayar sewa rumah... tapi sudahlah ambil saja... mungkin ini saatnya aku harus tidur di jalan seperti dulu..."

"MWOO???"

"uuuuhmmm.... mejamu... punya aroma yang lezat.... izinkan aku tidur sepuluh menit saja... setelah itu kau bisa mengusirku..."

"V...... " Army tertegun mendengar pernyataan V, ada sedikit rasa iba yang terselip di benaknya. "Okey!!! Tidurlah!! Aku akan mengambil uangmu..." Army melangkah pergi ke ATM yang letaknya di pusat perkantoran yang tak jauh dari food trucknya sedangkan V masih terlelap memimpikan Army yang begitu dirindukannya.

***

"Jungkook... tolong ambilkan" kata Army sambil menunjuk tas warna pink yang masih tersangkut diatasnya.

"Okey.... huupp!!" cepat tanggap, Jungkook pun dengan mudah menurunkan tas Army.

"Apakah bisnya sudah menunggu kita?" tanya Army sambil membenarkan letak jaket Jungkook.

"Lihat saja... semua penumpang sudah turun... itu tandanya kita tertinggal..."

"Lalu?? Kita bagaimana?"

"Aku sudah menghubungi paman Kim... dia akan menjemput kita tepat dibawah pesawat..." kata Jungkook sambil membawa semua tas milik Army.

"Jungkook jangan memperlakukanku seperti puteri raja seperti ini... Bagaimana kalau Ayahmu memerlukan mobil dan paman Kim untuk pergi ke kantor?" tanya Army sambil mengikuti Jungkook yang sudah berjalan lebih cepat darinya.

"Kau belum tahu perkembangannya?" tanya Jungkook sambil memberikan senyum menawannya pada Army.

"Mwo??"

"Ayah sudah memutuskan untuk pensiun... dia... sekarang tinggal di Canada, menikmati semua fasilitas mewahnya disana... sedangkan aku... Aku harus bekerja menggantikannya..."

"Jungkook.... apa kau menjadi direktur ?"

"Anniya... Aku hanya menjadi manager... hehehe..."

"Jungkook!! Kau mengejutkanku saja!!.. Lalu siapa yang memegang kendali sekarang?"

"Ayahku menunjuk salah satu tangan kanannya yang sangat dia percaya... Nah itu dia paman Kim... PAMAN!!! DISINI!!! HAHAHAHA!!! AIGOO!! KAU makin tampan saja paman!!" Jungkook menghempaskan tasnya dan berlari menuju seorang pria tua yang memakai jas lengkap berwarna abu-abu.

Army hanya bisa menyaksikan kebahagiaan tunangannya dari jauh.

"Jungkook... kau pun semakin tampan... hehehe... Wah... apakah dia yang akan menjadi istrimu kelak?" tanya Paman Kim yang berkumis tebal berwarna putih.

"Ye!! Army!! Kenalkan... Ayo,.. Kenalkan dia Paman Kim... Ayah keduaku hehehe..." Jungkook menyuruh Army untuk berjabat tangan dengan Paman Kim yang tampak ramah, sedangkan Jungkook sibuk memasukkan tas dan koper milik Army ke bagasi.

"Jungkook... tak pernah salah memilih... kau sungguh cantik..." puji paman Kim.

"terima kasih...Paman... bisa saja... hehe...." Army pun tersipu malu, sedangkan jungkook yang melirik dari bagasi ikut bahagia bila melihat wajah Army yang sedang tersipu malu.

"Paman...!! Bagaimana kabar Taehyung? apakah dia masih sibuk membuat game seperti biasanya?" tanya Jungkook.

"Taehyung?? Ah... Dia akhir-akhir ini sedang sibuk dengan pekerjaannya... Aku lupa... sepertinya ada perusahaan game international yang menerimanya bekerja... hehehe... seperti biasa... ia lupa untuk pulang ke rumah... Ah... mengapa kita mengobrol disini... Kajja... masuklah... kita lanjutkan sambil jalan"

"Hehehe... mungkin aku terlalu rindu padamu dan Taehyung paman..." Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam mobil berwarna hitam, lambat namun pasti mobil itu melaju dan menghilang diantara kabut malam.

***

Army menghitung uang yang ia dapatkan dari ATM, lalu memasukkannya ke dalam dompet dan kembali ke food trucknya, dimana seorang pria sedang menunggunya untuk mengembalikan kartu ATM.

"V???!!" betapa terkejutnya Army ketika melihat V yang terkapar di jalan, kursinya pun tergeletak di jalan. Setelah ia mendekat dan semakin dekat, akhirnya ia mengerti, kalau sebenarnya V hanya sedang tertidur pulas.

"Aigoo... bagaimana ini...? apa kubiarkan saja ia tidur disini?... Ahss... kau ini merepotkanku saja!!" keluh Army sambil memukul kepala yang masih diperban.

"Uhhm!! hmmmm nyamnyammmmhmmm" V membalikkan badannya di jalan, ia seakan tak peduli dinginnya jalan yang sedang ia tiduri.

"Baiklah... akan kutunggu kau disini... aku tak tega... pria sebaik dirimu kutinggalkan begitu saja... hmmm ini kukembalikan kartu ATM mu..." Army mengambil dompet V yang terletak di saku kemejanya, lalu memasukkan lagi kartu ATM ke dompet pria itu. tak sengaja ia melihat foto V dengan seorang gadis yang berambut panjang, foto usang yang membuatnya ingat dengan apa yang sedari tadi terjadi pada V.

"Aaahh... Kau rupanya yang bernama ARMY!! HAH!!!" bentak Army sambil memukul foto yang tersimpan di dompet V. "Rupanya aku lebih cantik darimu... huh!! Tega sekali kau meninggalkan kekasihmu!!! Dasar!! WANITA!!... V... kukembalikan dompetmu... hmmm... kasihan sekali kau... pria malang..." Army bergegas membereskan meja makan dan kursinya, memasukkan ke truck.

Entah apa yang membuat Army begitu peduli dengan V. Setelah membereskan semua barangnya, Army keluar membawakan bantal dan selimut untuk V. ia mengangkat kepala V pelan-pelan dan meletakkan bantal dibawahnya. Lalu selimut tebal dililitkan ke tubuh V, hingga pria itu kelihatan seperti gulungan kimbab yang sempurna.

"Yup.... finnish... dengan begini kau bisa tidur tanpa merasa sakit flu... huaaam... aku juga harus tidur sekarang... besok pagi harus belanja lagi... huaaaaaam..." Army menyelimuti dirinya sendiri dengan bermodalkan kursi seadanya ia pun bisa tertidur lelap layaknya V yang sekarang masih bermimpi indah tentang masa lalunya.

to be continue

Fanfiction Cause I'm V Part 4 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 4

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.



"Army!!!" teriak V, tubuhnya yang terbalut selimut bergeliat-geliat mencoba melepaskan dirinya dari selimut.

"Hummmmm... ya...... kau mau apa?" tanya Army sambil menyaksikan aksi V melepaskan diri dari balutan selimut tebal.

"Aku harus cepat kembali... Aku merasa Army sudah menungguku disana..."

"Ehh??" tanya Army sambil berdiri di hadapan V yang sibuk merapikan rambutnya.

"Terima kasih untuk selimut dan bantalnya... annyeong... jangan lupa membeli handphone.!!" kata V sambil tersenyum lebar, dan berlalu dari hadapan Army.

"JJAMKANMAN!!" Kata Army sambil menahan lengan V. Tangan Army begitu kuat hingga V tak sanggup melepaskannya.

"Mwo? Uangnya masih kurang?" Ia membuka jaketnya dan mengeluarkan stick note, diberikannya ke Army "Tuliskan no rekeningmu disini beserta namamu dan nama bank. Besok pagi-pagi aku akan mentransfer uang kekurangannya dari rekeningku yang lain"

Army menghempaskan stick note yang diberikan V, mata pria itu langsung membelalak tak normal, lalu bibirnya tersenyum memperlihatkan giginya yang putih.

"Ah... apa kau marah? hehehe..." tanya V sambil mempertahankan senyumnya.

"Pria gila...! Apa kau bodoh ! atau apa hah?? Kau masih mengharapkan wanita yang sungguh-sungguh meninggalkanmu! lalu kau masih memimpikan dia!! APA KAU TAK PUNYA HARGA DIRI HAH!!"

"....." V hanya tersenyum tanpa ekspresi melihat wajah Army pemilik food Truck.

"Ini saatnya kau melupakan wanita itu!... Apa kau tak merasa takdir telah mempertemukan kita HAH!!! Kau... apa kau lupa telah menciumku selama itu!! HAH!!! lalu.... lalu... apa kau lupa telah menghancurkan smartphoneku hingga kau harus bertahan denganku malam ini!!... Apa kau tak merasa itu sebuah takdir HAH!!"

"hmmmm... tapi..." V menutup mulutnya, lalu kepalanya menunduk. "Army berulang tahun hari ini.... setidaknya... aku harus kembali ke tempat itu..."

"HUH!!! Kau gila !! hah!! Kau gila! HAH!!" bentak Army sambil mendorong pundak V, tapi pria itu hanya diam saja menerima perlakuan Army yang sedikit kasar. "Lihatlah!! Betapa menyedihkannya dirimu!!...V! Aku saja yang baru pertama bertemu denganmu... mendengar setengah cerita tentangmu... aku sudah tahu... kalau kau seharusnya melupakan orang itu... seharusnya kau melupakannya sedari dulu..."

"AKU YANG MENINGGALKANNYA!!! BUKAN DIA!!!... Lagipula... siapa kau? mengurusi urusanku!!" Balas V. pria itu berlari meninggalkan Army terpaku melihatnya.

"Dasar Bodoh!! Setelah menciumku... kau mau lari hah!! tak akan kubiarkan!! V!!!!!!!!!" tak mau mengalah Army pemilik food truck berlari mengikuti V, dan meninggalkan trucknya terparkir di samping lapangan parkir sebuah perusahaan.

"V!!!! Aku harus ikut denganmu...!! Aku gadis yang penah kau cium... jadi sekarang kau resmi menjadi kekasihku!! Itu sebagai hukumannya!!"

"MWOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!" Teriak V sambil menjauh dari kejaran Army "Aku tak mau!! Aku tak rela punya kekasih segalak dirimu!!" kata V sambil menghempaskan tangan Army yang mencoba meraih tangannya.

"Muraguyo!!!!" bentak Army penuh emosi.

"Heheheheheheehe.... aku hanya bercanda... tapi mianhae... aku tak bisa memenuhinya..."

"Kau tak berhak menolak V... karena ini hukuman untukmu...!! Salah sendiri siapa yang menyuruhmu menciumku!! Siapapun yang menciumku... ia harus menjadi milikku selamanya!!..."

"ya........!! Kau Gila!!"

"Andwae.... kau yang gila... V... arraseo... kau bilang... kau ingin ke tempat yang sering kau kunjungi dengan orang itu... Kajja... kuantar kau kesana..."

"Yaaaaa!!! LEPASKAN!!! EOooooooh" Army meloncat ke punggung V "ini hukuman pertama... gendong aku sampai tempat yang kau tuju... aku sangat mengantuk... huaaaaammm.... arraseo... V...?"

"Arraseo... kita pura-pura sebagai kekasih selama 3 hari saja... bagaimana?" V menawar hukuman untuknya.

"Hmmm baiklah... lagipula aku tak tahan dengan orang gila yang bodoh sepertimu....Kajja.!!! Jalan!!" Army menghempaskan tas pinggangnya ke pantat V. dan pria itu akhirnya mempercepat langkahnya, agar sampai di tempat tujuan lebih cepat. Badan Army yang berat, lengannya yang melingkar di leher V, sungguh menyiksanya.

***

"Army... sudah larut malam... mengapa mengajakku ketempat ini?" tanya Jungkook sambil menendang dedaunan yang berserakan di jalan kompleks, musim gugur rupanya sudah menunjukkan seninya. Semua jalanan kompleks penuh dengan dedaunan berwarna emas, karena kilauan lampu jalan.

"Aku... hanya ingin jalan-jalan saja..."

"hmmmm... aku tak yakin..." kata Jungkook sambil melirik tunangannya yang tiba-tiba berhenti di sebuah rumah tingkat dua bergaya victorian.

"kau pernah ke rumah itu?" tanya Jungkook sedikit merasa aneh, mengapa tunangannya begitu senang melihat rumah itu masih menyala lampu-lampunya.

"Belum pernah..."

"Sekalipun?"

"Humm... belum pernah... sekalipun.."

"Sayang sekali... padahal didalamnya ada banyak sekali mainan yang pasti kau sukai... Itu rumah Paman Kim dan Taehyung anaknya... Paman Kim sudah bekerja di perusahaan Ayahku sejak aku berusia 1 tahun... itu cerita ibuku... Ayah pernah membelikannya sebuah rumah yang lebih besar dari rumah itu... tapi paman Kim hanya ingin membeli rumah yang di hadapanmu itu..."

Army membalikkan badannya, dipandanginya Jungkook lekat-lekat. Sepertinya kilasan masa lalu melintas begitu deras di pikirannya.

"Benarkah?" tanya Army tampak kebingungan

"Hummm benar..."

"Sejak kapan Paman Kim tinggal disana?"

"Sejak puluhan tahun yang lalu... aku lupa tepatnya tahun berapa"

"Kurasa kau Salah Jungkook... yang tinggal disana bukan Paman Kim... yang tinggal disana hanya V... seorang anak yang selalu sendirian... V... bukan paman Kim atau Taehyung yang kau ceritakan..."

"V?... oh... hoohoho... kau masih ingin menemuinya?" tanya Jungkook dengan nada tersinggung.

"Ah... bukan maksudku seperti itu... maafkan aku Jungkook... hanya Saja... V dan Aku... hari ini berulang tahun... kami lahir di tanggal yang sama... Aku ingin mengakhiri ingatanku tentangnya sekarang Jungkook... maafkan aku kalau ini menyinggungmu..." kata Army sambil menghapus titik air matanya yang mengalir lembut diatas pipinya.

"Tidak... Army... aku tak tersinggung atau marah padamu... hanya saja... sepertinya... kau lebih mencintai V daripada aku..."

"Andwae... aku tak pernah berpikir seperti itu Jungkook..."

"geumanne... ulji mal-ayo... kita kembali sekarang... Ibuku mungkin sudah menunggu kita... ulji mal-ayo Army..." gumam Jungkook sambil mendekap tunangannya dari samping dan membimbingnya berjalan menuju mobil.

Di belakang mereka, V masih menggendong Army yang tingkahnya mengalahkan anak kecil, ia memukul pantat V dengan tas pinggangnya, lalu menarik pipi V hingga melebar ke samping.

"KAJJA!!! KAJJA!! V!!!! HAHAHAHA!! Menyenangkan punya kekasih gila sepertimu HAHAHA!!" Teriak Army.

"ARMY!!! KALAU KAU MELAKUKAN ITU LAGI!! KULEMPAR KAU KE JALAN!!" teriak V menggema, membuat Army yang berada di dekapan Jungkook menghentikan langkahnya.

"JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU!!! MENDENGAR NAMA ITU!!! AKU MUAK DENGANNYA!! PANGGIL AKU JUNG!! ARRASEOOO!!!"

"Ye... Junghan... Yeoljunghan HAHAHAHAHA!!!" goda V, Jung yang berada diatas punggungnya meloncat-loncat, hingga akhirnya mereka jatuh ke jalan, Jung memukul wajah V dengan tas pinggangnya, namun sepertinya V menikmati lelucon Jung, ia hanya tertawa sambil meminta maaf.

Army meninggalkan Jungkook, ia melangkah mendekati V dan Jung yang sibuk saling memukul.

"V.... apakah kau V?... apakah ini benar dirimu?" tanya Army yang tak tahan lagi menghalangi airmatanya.

"Army...." v berpaling ke arah Army yang memercingkan matanya meneliti apakah pria yang sedang berdiri dihadapannya itu V atau orang lain. "Kau... Army?"

"V........." gumama Army sambil menangis terisak dihadapan V dan Jung. Jungkook yang masih berdiri di jauh di belakang, tertarik untuk mendekati Army.

"TAEHYUNG!!! HEI!!! eotteohge jinaess-eoyo? eoh? hehehe Kau semakin tampan Hyung!!" Sambut Jungkook V hanya memberikan tangannya dan merelakan Jungkook memeluknya sambil memukul punggungnya, Matanya yang semakin sayu hanya melihat Army, gadis yang ia cari-cari sejak beberapa tahun yang lalu. Army yang begitu ia cintai kini telah berdiri tepat didepannya.

"Hmm... Jungkook... Rupanya kau sudah datang dari Jepang... Kau juga semakin tampan... Heheee" V masih tak bisa melepaskan pandangannya dari Army yang mencoba menghapuskan airmatanya sendiri.

"Ah... Aku lupa... Dia... perkenalkan... Dia Army... tunanganku... Army... kenalkan... dia Taehyung... anak paman Kim yang pernah kuceritakan..."

"Ah... Army..." gumam Army sambil mengulurkan tangannya yang terbalut sarung tangan lace

"tunangan??.. ah... Taehyung..." V pun membalasnya dengan jabat tangan yang hangat, jabat tangan pertama kali semenjak mereka terpisahkan oleh banyak hal.

"Taehyung... dan siapa gadis cantik yang berdiri di belakangmu?" tanya Jungkook sambil mengedipkan mata kepada Jung.

"Ah... dia... hmmm..." V sama sekali tak bisa konsentrasi ke lain hal selain Army yang berdiri manis di hadapannya.

"Kenalkan aku Army... Nama kita juga sama kan... hehehe" kata Jung memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Jungkook juga Army. "Tapi agar tidak bingung... panggil saja aku Jung... Namaku Army Jung... dan aku kekasih V... hehehe Iya kan V?" tambah Jung sambil melingkarkan lengannya ke lengan V.

Fanfiction Cause I'm V Part 5 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 5

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.



Angin malam tak terasa membekukan empat hati seketika. Jung, V, Army dan Jungkook tunangannya hanya bisa berdiri ditempat saling mencari tahu benarkah yang mereka dengan saat ini?. Army mencoba melingkarkan lengannya ke lengan Jungkook, tapi ia tak tega setelah melihat mata V yang berkaca-kaca.

"Army...! Aku sudah menemukanmu... jangan pergi lagi dariku... aku tak akan pergi darimu!" Gumam V seketika sambil berlari memeluk Army yang kini sudah menjadi tunangan Jungkook, terang saja Jung dan Jungkook saling bertukar pandang, terlalu terkejut. Jungkook langsung merebut Army dari pelukan V dan menendang V dengan kekuatan penuh.

DAAAAAASSH!!

V yang terkena tendangan Jungkook. Terlempar beberapa meter dan jatuh terjembab di rumput yang basah karena embun.

Jung mengejar V dan memberikan tamparan ke wajahnya yang memerah.

"BISA-BISANYA KAU MEMELUKNYA HAH!!! APA KAU TAK TAHU MALU!!! KAJJA kita Pulang!!" bentak Jung sambil menyeret V. "KAU ini aneh-aneh saja! SUDAH JELAS ia MILIK ORANG LAIN SEKARANG!!! AIGOOO.... Untung saja aku bukan kekasihmu sebenarnya... aigoo... dasar pembuat masalah!!"

"ANDWAE!! Aku harus merebutnya kali ini!" Kata V sambil melepaskan genggaman tangan Jung yang begitu keras untuk dilepas.

"Mianhae..." gumam Army yang menangis di hadapan Jungkook.

"Jadi... Taehyung bau itu yang selama ini kau tunggu! HAH!! Jadi... Taehyung yang gila itu... yang selama ini kau cintai HAH!! Aigooo... kenapa tak ada yang lain HAH!! Yang lebih berkualitas ??" Tanya Jungkook penuh emosi.

Army terlihat kebingungan, ia menghapus air matanya dan memperhatikan tunangannya yang sedang marah besar.

"Maksudmu?..." tanya Army suaranya begitu pelan hingga Jungkook semakin sebal harus bertanya lagi apa yang dikatakan Army. Jungkook hanya melirik tunangannya, lalu melirik V yang bangkit dan mulai mendekati Army.

"Ia milikku.... sejak lama..." kata V sambil merebut Army lalu memeluknya dari belakang "Kali ini kau tak bisa merebutnya dariku Jungkook!... Sepuluh tahun yang lalu kau boleh merebut apapun dariku... piala-piala itu... ambillah... tapi jangan pernah merebut Army dariku! Aku tak bisa hidup dengannya" kata V mencoba mundur.

"Yaaaaaaa! V! BABOYAAAAA!!"

Plug!! Jung memukul kepala V dari belakang, walaupun ranting itu membuat kepala V sedikit berdarah, ia tak berhenti melepaskan Army.

"mianhae!! Aku tak bermaksud!" Jung mulai gelisah sendiri setelah melihat darah keluar dari kepala V, inilah kedua kalinya ia melukai kepala V.

"Hyung.... Aku tak pernah merebut Army darimu... Hanya saja... Dia sudah menjadi tunanganku sekarang..." kata Jungkook yang sudah berhasil meredakan amarahnya.

"V.... lepaskan aku... kita bisa bicara baik-baik..." kata Army mencoba melepaskan cengkraman tangan V.

"Tak bisa....! Aku tak Bisa!" jawab V

"V! Jangan seperti orang gila!! Kau tak ingin menyakiti Army kan??" tanya Jung sambil mencoba membantu Army lepas dari pelukan V.

"Jangan ikut campur!! ARRASEO!!! Aku memang gila!! Sudah 10 tahun aku menunggunya!! tapi ia tak pernah ada untukku!... begitukan Army?" tanya V sambil melirik ke arah Army yang sudah pasrah tak bisa lepas dari pelukan V.

"V.... aku tak pernah mempermainkanmu... kumohon... lepaskanlah aku... Jungkook... aku tak pernah mencintainya... hanya kau yang kucintai... hmmm..."

"YAAAAAAAA!!" Jungkook berteriak setelah mendengar penjelasan dari tunangannya, tapi seketika ia tahu kalau itu hanya satu cara agar V melepaskan Army.

"Mianhae.... aku tak bisa melepaskanmu sekarang... Setidaknya... beberapa waktu saja... aku akan mengembalikan tunanganmu Jungkook...!! Aku akan kembalikan... tapi setelah aku mendapatkan penjelasan darinya...!! KEMANA SAJA DIA SEPULUH TAHUN INI!!" Kata V sambil menggendong Army dan membawanya lari.

"ARMY!!!!!!" Jungkook tak sempat mengejar V yang membawa lari tunangannya.

"Mengalah sedikit... kau akan mendapatkan yang paling banyak..." kata Jung sambil menahan dada pria yang baru ditemuinya itu.

"HASSSH!!... Harusnya kukejar mereka! Bagaimana kalau V bertindak asusila HAH!!"

"Pria aneh seperti dia... tak mungkin berlaku kasar pada wanita yang ia cintai... setidaknya... kau bisa merelakan mereka menghabiskan waktu bersama... setelah itu kau akan jadi suaminya kan? sudahlah... pulanglah..." kata Jung sambil menepuk dada Jungkook.

"Hei... siapa kau? berani menyentuhku! Aigoo... banyak sekali orang ANEH DIDUNIA INI EOH!!!!!" Jungkook teriak sepuas-puasnya.

"Hahahahaha....... aku ? aneh? ah... gomawo... setidaknya aku gadis aneh yang lebih cantik dari tunanganmu..." kata Jung yang mulai berlalu meninggalkan Jungkook sendirian berteriak-teriak melampiaskan semua kemarahannya.

To be continue
 
Layanan untuk Anda: x Cerita dari Kusuma | - | dari - | Lihat dalam Versi Seluler